Ketika Mas Gagah Tiba
Itu manis sekali.
Hari semakin dekat. Jantungku berdebar. Ada bahagia, khawatir, panik gak jelas, perasaan gak enak yang entah apa. Takut gak jadi. Takut tidak sesuai rencana. Takut terjadi apa-apa. Semua ketakutan menyelimuti diri. Aku perbanyak dzikir untuk menenangkan hati. Setelah semua halang lintang yang berhasil kulewati, semoga tidak ada yang lain-lain lagi. Konon katanya, banyak ujian sebelum pernikahan. Aku merasakan itu melalui Bapak, Bu Sum, dan Wulan. Semoga cukup itu saja.
Nata mengabari bahwa tandingnya selesai dan dia menang. Satu atau dua hari ke depan, dia akan pulang.