Adikku, Pelakorku.
tanpa sadar aku menaikkan bahuku dengan tatapan jijik.
Tania yang melihat expresiku spontan menangis kencang.
"sudah kuduga luka itu sangat menjijikan, sebenarnya aku kenapa kak?" Tania menangis sembari menutup wajahnya.
"padahal semalam baik-baik saja, aku bahkan mandi sebelum tidur, tapi pagi ini tiba-tiba ituku gatal kak, aku menggaruknya tapi malah semakin gatal, rasanya sakit banget kak. Aku lemas, Berjalanpun susah. Kau lihat jalanku seperti kera!" Tania meraung, air matanya makin deras disusul dengan ingus yang mengalir dihidungnya.
Hot Chapters