Terpaksa Akad
“Zi, kasurnya kecil sekali, saya tempati saja tak cukup luas. Apalagi kalau kamu ikut tidur sini.”
“Baiklah, Zi tidur bawah tak apa,” ucapku sambil membentangkan selimut ke lantai.
Aku begitu terkejut ketika tubuhku tiba-tiba mengudara, Om Zuan mengangkat ku dan meletakkanku di atas kasur, kasur yang sama dengannya, kasur kecil tanpa dipan.
“Om Zuan, katanya sempit.”
“Aku tak akan membiarkan istri dari Zuan Pratama tidur di lantai.”
Bab Populer