Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!
Masih bisa kudengar ia terkikik pelan, seolah menertawakan gesturku yang canggung dan serba salah.
"Ujung koridor! Itu kamarku!" gumamku, berusaha menguatkan diri, meski lututku terasa dingin dan lemas.
Beberapa saat kemudian, aku menghempaskan diri ke ranjang kecil untuk satu orang. Kasurnya tidak empuk, pegasnya terasa saat punggungku menyentuhnya, tetapi masih layak pakai. Langit-langit kamar itu kosong dan sunyi, kontras dengan isi kepalaku yang justru riuh.