Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Si lelaki yang bernama Qais Kamandhana itu tersenyum makin lebar, ia langsung memeluk erat putranya.
"Aku menyayangimu, Naqib. Selalu, dan selamanya akan begitu."
"Naqib ... jika nanti dewasa aku tak lagi bersamamu, dengarkanlah lagi suara-suaraku ini. Aku menyayangimu, Naqib. Hari ini usiamu tepat 2 tahun, aku tak pernah merayakan ulang tahun, karena itu tak ada dalam ajaran agama. Tuhanku juga Tuhanmu Allah, pasti akan melindungi kita, menjaga kita dalam sepanjang kita hidup di dunia ini, meski kita tak pernah meniup lilin atau pun memotong kue saat hari lahir kita tiba.
Sikat na Kabanata