Unexpected Wedding
Padahal, Lintang yakin rasa cintanya pada Raga belum kunjung tercipta.
“Mau mandi?” Raga kembali memberi kecupan. Kali ini, bahu Lintanglah yang menjadi sasarannya. Tidak hanya sekali, karena Raga ingin kembali mengulang semua penyatuan yang baru saja tercipta. Namun, mengingat hal tersebut adalah yang pertama bagi Lintang, maka Raga harus menahan semua gejolak yang ada. Membiarkan gadis itu beristirahat, dan menyesuaikan diri dengan beberapa hal.
“Jauh,” usir Lintang sedikit menggeser tubuhnya dari Raga. Napas Lintang saja belum teratur, tetapi Raga seolah masih ingin menyatukan diri lagi. “Jangan deket-deket.”
Hot Chapters