Malam Pertama dengan Tetangga
Seketika Rania diam, suaranya sangat familiar di telinga.
Bruk, tubuh Rania jatuh tersungkur saat orang itu mendorongnya. Rania mengusap lututnya yang terasa sakit, tempat yang cukup sepi dan juga gelap. Rania merasa takut saat orang itu mendekat, cahaya yang temaram membuat Rania tidak bisa melihat jelas wajah orang itu.
"Siapa kamu, dan mau apa." Rania kembali bertanya.
"Ini aku, apa kamu lupa." Orang itu menyunggingkan senyumnya. Seketika mata Rania melotot saat melihat wajah orang tersebut.