Serenade Cinta Dibawah Bintang
“Gimana kalau kita mulai dari yang paling jujur—tapi belum pernah kita rilis. Lagu yang kita tulis waktu kita udah nggak bareng, tapi masih saling denger dari jauh.”
Adrian tersenyum tipis. Ia tahu lagu yang dimaksud Luna. Lagu itu tak pernah mereka publikasikan, hanya tersimpan di folder dengan nama “Tak Tersampaikan”. Ia meraih gitar, mulai memetik beberapa nada awal. Luna ikut bersenandung pelan, tanpa sadar mulai menulis ulang lirik lama dengan penyesuaian baru—lebih matang, lebih berani.
Sore itu mereka menghabiskan waktu hanya untuk satu lagu. Tapi bagi mereka, lagu itu seperti ruang pengakuan—tentang bagaimana mereka telah tumbuh dari rasa kehilangan menuju rasa ikhlas.