Ah! Mantap, Sayang
Ia kemudian tersenyum tipis, jenis senyum yang mengandung rasa kasihan sekaligus kemenangan.
“Bervariasi, ya?” Hexa masuk ke dalam mobilnya dan menurunkan kaca jendela. “Silakan nikmati variasi warnamu itu, Enrico. Tapi ingat, sebanyak apa pun warna yang kau temukan, tidak ada yang senyaman rumah tempatmu pulang. Saat kau sakit atau lelah nanti, ‘variasi warna’ itu akan pergi satu per satu, sementara ‘satu selimut' yang kumaksud ... dia akan tetap di sana memegang tanganmu. Menenangkanmu saat gundah dan menjadi pelipur lara di saat kau susah.”
Hot Chapters