Samaran Terakhir
Lalu Lena dan Kai datang ke dunia ini bukan karena rencana, tapi karena riak takdir yang berubah saat Arx menulis ulang satu kalimat: "Tidak semua tokoh jahat ingin tetap menjadi jahat."
Kai mengenal Valen sebagai ancaman. Dalam catatan yang ditinggalkan Adrian, nama Valen adalah simbol kegagalan moral. Tapi ketika mereka berdiri di hadapan pria itu, yang kini tengah merajut kisah cinta dengan benang luka, Kai bertanya pelan:
"Mengapa kau tetap mencoba menulis, meski semua naskah telah membuangmu?"
Valen menatapnya. Di mata itu, tak ada kemarahan, hanya lelah dari ribuan halaman yang tak mengizinkannya berubah.