Tukang Pijat Super
“Ah, jangan mikir gitu. Badan kamu itu biasa aja kok, gak seberat yang kamu kira. Lagian, urusan di ranjang itu adalah tentang hasrat dan gairah, itu yang paling penting.”
Vina menoleh ke Juned, matanya terlihat berkaca-kaca, bukan karena sedih, tapi karena terharu. “Kamu baik banget, Juned. Ini adalah pertama kalinya aku menyerahkan kesucianku kepada seorang pria.”
Juned mengangkat bahunya. “Aku cuma pengen bikin orang merasa lebih enak.”
Vina tersenyum lebar, lalu tanpa ragu, dia menarik Juned ke dalam pelukan hangatnya. Juned sedikit terkejut, tapi dia membalas pelukan itu dengan tenang.