Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Ia merasa pusing dan napasnya mulai sesak setelah banyak mengeluarkan tenaga. Teman-teman Raya mulai gelisah, kamar mereka belum juga mengirimkan utusan. Mereka tak terbiasa membaca puisi di hadapan ratusan orang. Kurang dari 20 menit pendaftaran akan ditutup, tak ada pilihan mereka pun memohon pada Raya untuk tampil ke depan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
WAITING FOR HER LOVE (BAHASA INDONESIA)

WAITING FOR HER LOVE (BAHASA INDONESIA)

Lea menutup mulutnya yang sedikit terbuka karna terkejut. “Ehmm … sudah tenang saja. Sis, apa Lea masih lama?” tanya Vina kepada Siska, MUA yang sengaja dipanggilnya untuk acara-acara resmi yang selalu menangani Kalea. “Sebentar lagi, Mba.” Jawab Siska tersenyum. “Ok, siapkan baju gw ya, Ka!” pinta Lea dengan lembut walau, dirinya sekarang sedang gugup.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Menenangkan. Menunggu hasil visum terasa sangat lama. Tapi, ya memang harus sabar. Mau pulang juga nggak tega. Kasihan Mita, benar-benar pengen ngebunuh orang yang tega berbuat seperti itu kepada Mita.
9.949.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Teman Tidur Suamiku

Teman Tidur Suamiku

Lantas, sekarang siapa yang wanita itu maksud dengan menyebut istri Revan? “Aku kan juga udah pernah bilang, Ibu Bapak gak perlu ke kota. Tunggu aku pulang aja.” Revan bersuara pelan dengan setengah menahan kesal. Namun, Anya masih bisa mendengarnya. “Sampai kapan kami menunggu, Van?” Revan tampak menghela napas. “Aku nunggu waktu yang tepat, Buk.” “Lalu kapan waktu yang tepat itu? Kami sudah lelah menunggu.” Kali ini pria paruh baya di samping wanita itu ikut bersuara.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Namun, harapan itu seolah musnah karena sosok wanita tua yang dicari tidak juga ditemukan. Tepat saat Alya merasa putus asa, dia melihat keramaian di seberang jalan. Dengan langkah cepat, Alya ke sana untuk melihat apa yang terjadi. Terlalu banyak orang di sana, Alya hanya bisa mengintip dari sela kerumunan. Matanya membulat melihat sosok yang dia kenal terbaring di tanah. “Bu Titik!” seru Alya seraya menerobos keramaian. “Permisi, maaf!”
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Jejak Cinta Bersama CEO Di balik Pintu kamar

Jejak Cinta Bersama CEO Di balik Pintu kamar

Ivy melangkah pelan menyusuri lorong tenda yang dipenuhi lukisan. Ada satu lukisan besar yang membuat Ivy terpaku. Gambar seorang anak kecil berdiri sendirian di tengah hujan. Warnanya hanya biru dan abu-abu, tapi entah kenapa, lukisan itu terasa hangat. Ia membaca tulisan kecil di bawahnya: “Rindu yang Tak Sempat Diucapkan.” Ivy mengeluarkan ponselnya pelan-pelan. Ia ingin memotret lukisan tersebut. Setelah berhasil memotret, Ivy memberikan ponselnya kepada Naufal, membuat pria itu mengernyit tak paham.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Seharmonis itu. "Ya, kan! Kubilang juga apa." Vanya menarik lenganku lagi, kali ini lebih jauh hingga mataku gak mampu menjangkau keluarga bahagia tersebut. Inikah saatnya aku bangkit dari kubangan sia-sia? Apalagi yang harus kutunggu? Bagaimana sakit ini bisa sembuh jika aku gak berusaha mencari penawarnya. "Kayaknya aku harus ancang-ancang buat resain, Van."
1094.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Obsesi Tuan Kaivan

Obsesi Tuan Kaivan

Vanessa hanya bisa terdiam, meski matanya masih terus menatap ke arah pintu ruang pemulihan, seolah berharap bisa segera melihat kondisi Kaivan dengan mata kepalanya sendiri. "Boleh aku menunggu di sini bersama kalian?" tanya Vanessa dengan suara pelan, hampir seperti permohonan. Lavienna tidak menjawab dan kembali duduk dengan wajah yang masih dipenuhi kekecewaan. Adrian hanya mengangguk pelan sebelum duduk di samping istrinya. Ruang tunggu kembali sunyi, hanya terdengar suara pengumuman rumah sakit dan langkah para petugas medis yang sesekali melintas.
493 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

"Valente tidak hanya berarti kemewahan. Tapi keberanian. Dan kamu sudah membuktikannya dengan memilih tetap tinggal, tetap melukis, dan tetap percaya pada apa yang kamu temukan." Malam itu, setelah Eira dan Laura pulang lebih dulu, Darian menemukan Averine di ruang kerja Camilla. Ia duduk dengan punggung menghadap pintu, memandangi lukisan yang belum selesai potret dua anak perempuan memegang tangan. "Kamu tahu," katanya tanpa menoleh, "setiap kali aku ingin menyerah, lukisan ini muncul di kepalaku. Seolah ibuku masih bicara lewat warna warna yang belum selesai."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Memandangi pintu yang sudah menelan sosok Keane. Dan kalimat itu… kembali terputar di kepalanya seperti rekaman yang diputar ulang tanpa henti. “Ada sesuatu yang tertunda.” Tertunda apa? Pertanyaan itu menggantung, menempel di dada Nayla seperti sesuatu yang berat. Ia bahkan tidak sadar kalau jemarinya menggenggam tali tasnya terlalu erat sampai terasa sakit.
10509 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai waiting in vain artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status