Petaka Dua Garis
Tak ada obat untuk menyembuhkan, terkecuali waktu yang akan membalikkan segala keadaan.
“Sabar, Neng. Sabar. Gusti Allah tidak pernah tidur.” Bi Tin memeluk tubuhku lagi.
Benar, Bi. Allah tidak pernah tidur. Maka dari itu, Ummi harus tahu jika segala perbuatannya hari ini, kelak akan dibalaskan dengan ratusan kali lipat. Lihat saja, Ummi. Mungkin aku hari ini hanya bisa menangis dan mengalah di depanmu. Akan tetapi, besok atau lusa, aku tak dapat menjamin apa aku bisa terus begini pada kalian.