Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor
Bibi akan selalu ada di samping Ibu,’’ katanya lirih.
‘’Sekarang Ibu harus sarapan dulu. Udah jam delapan loh, apalagi Ibu masih dalam proses penyembuhan,’’ imbuhnya kemudian.
Aku menarik napas pelan lalu menghembuskannya agar pikiranku sedikit tenang. Dalam hati aku juga membenarkan ucapan bibi. Ya, aku harus sarapan biar ada tenaga untuk berdiri.
‘’Makasih banyak ya, Bi. Jangan bosen memberikan nasihat untuk aku,’’ kataku lirih dan menghenyak di kursi.