Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Kali ini, tatapannya lebih dalam, seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. “Ingat,” katanya, suaranya terdengar seperti bisikan angin yang membawa pesan penting. “Kadang, cara terbaik untuk mengatasi badai adalah dengan tidak melawannya, tapi menunggunya berlalu di tempat yang aman.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Aku nggak ke rumah kamu hari ini bukan karena ngehindarin kamu ya, Badai.” “Iya, aku tahu.” Badai sangat suka mendengar tawa Padma. “Ini kali ketiga kamu ngomong gitu.” “Habisnya kadang-kadang kamu bisa overthinking juga ternyata.” Padma terkekeh, tapi setelah itu Badai tak mendengar suara apa pun. Namun samar-samar Badai bisa mendengar suara seseorang yang terbatuk dan bersin. “Halo, Padma?” Tapi tak ada jawaban. “Padma?”
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Ia tersenyum miring. “Tapi ingat, itu tadi hanya satu riak kecil. Badai yang sesungguhnya… seribu kali lebih buruk. Siap untuk langkah selanjutnya?”
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Reefhitch : Echana (Her Runaways)

Reefhitch : Echana (Her Runaways)

ZRAASH! JDUAAR! ZRAAASSH! Oh my. This is the worst. Hujan badai di luar sana benar-benar luar biasa. Gemuruh demi gemuruh terus terdengar, seperti sedang bersahut-sahutan. Sesekali, petir ikut muncul untuk memeriahkan suasana. Tidak ketinggalan, angin yang bertiup kencang dan membuat pohon tinggi bergoyang liar.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Aku menyeka air mata, lalu mengirim pesan kepada Jordy. [Besok jangan lupa cari gaun pengantin lagi.] Dia tidak membalas. ... Keesokan harinya, dia juga tidak muncul sepanjang hari. Baru di sore hari, Jordy menelepon dengan nada meminta maaf. "Erika, aku ada rapat mendesak yang sangat penting, nggak bisa menemanimu cari gaun pengantin." "Bisa tunda beberapa hari lagi? Aku ...."
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Badai Pun Belum Berlalu

Badai Pun Belum Berlalu

Berjalan menuju musholla dengan langkah yang berat memang tak mudah, banyak kata yang tersimpan dalam benak yang tak terucap, banyak kata tersirat dalam tatapan mata yang sangat lelah, tapi hanya dengan berkumpul dengan mereka aku lautan rasa dengki terhadap adikku sedikit terlupakan, dipertigaan menuju musholla aku mendengar terikan yang tak asing lagi, ya dia Fadli teman dekat ku, "tas budal, Nang ndi ae rek" (baru berangkat, kemana saja kamu) tanyanya sambil memandang ku, aku tak menjawabnya hanya ajakan untuk terus melangkah maju menuju musholla, sudah lah rasa ini semakin sesak jika kurasakan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan setelah Badai

Kebahagiaan setelah Badai

Pada saat ini, sebuah balok yang terbakar tiba-tiba jatuh, nyaris mengenai mereka bertiga. Zack mengepalkan tinjunya dan menatap Rachel dengan penuh kasih sayang. Rachel tidak dapat membuka matanya karena asap yang tebal, dan dia mulai batuk-batuk. Tiba-tiba, sebuah suara yang sangat lembut terdengar di telinganya, “Rachel, kau harus menjalani hidup dengan baik!” Kemudian, Rachel merasakan seseorang di belakangnya mendorongnya dengan sekuat tenaga. Jantungnya berdebar-debar saat dia berjuang untuk berlari keluar.
7.661.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Kali ini digebah agak kencang seolah ingin segera menerobos badai tersebut. "Mantapkan hati saja, ini hanya tipuan!" ujar Koswara sedikit berseru. "Benar, ini hanya rintangan. Jangan takut apapun, kita pasti bisa melewatinya!" timpal Sena. Pada saat menerobos badai besar itu, memang terdengar suara gemuruh, geledek dan petir yang menggelegar dahsyat bagai hendak menghancurkan gendang telinga.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Markas NURANI bergetar keras. Lampu-lampu berkedip, alarm melolong, dan layar utama menunjukkan spiral badai raksasa yang sedang turun dari langit seperti makhluk hidup yang marah. Rin menatap angka-angka tekanan udara yang anjlok. “Ini bukan badai biasa! Tekanannya… gila, Dewi! Ini badai kategori yang bahkan belum pernah dicatat NOAA!”
994 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan

Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan

Dia memalingkan wajahnya dan kembali menatap ke luar jendela yang masih memperlihatkan sisa-sisa hujan. “Sedang musim hujan,” suara Damian kembali berat dan kaku. “Dan belakangan ini sering terjadi badai besar secara mendadak.” Revana tetap diam, menanti kelanjutan kalimat itu. “Jadi ... jangan pernah berpikir untuk keluar rumah, apalagi mencoba kabur lagi dengan Raphael,” lanjut Damian dengan nada mengancam yang dipaksakan. “Hujan badai seperti ini sangat berbahaya. Kau bisa saja mengalami kecelakaan dan menyusul ayahmu ke liang lahat jika kau nekat menerjang badai hanya untuk melarikan diri dariku.”
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status