Menikah Muda
“Buat kamar aku, aku pilih hijau padang rumput, katanya bagus buat mata dan kesannya segar. Wallpaper-nya cokelat tua. Kamar tamu warna krem, aksen wallpaper merah biar kelihatan luas. Ruang keluarga warna kopi latte, ruang makan merah biar nafsu makan, ruang tamu cokelat pucat dengan wallpaper dark orange.”
Bunda mengangguk-angguk. “Bagus, Nak. Pilihan warnanya cakep.”
Aku tersenyum, sedikit lebih percaya diri.
Kami lanjut belanja cat dan wallpaper. Tapi karena si kembar mulai rewel dan hari sudah mulai malam, kami memutuskan pulang. Aku sebenarnya masih pengen lanjut, tapi nggak tega sama Bunda dan anak-anak.
Bab Populer