JIWA-JIWA YANG MALANG
Biar lah hari ini bocah malang itu mendapat makan, biar lah berikan mereka kebahagiaan atas kemalangannya, lantaran dibuang, diasingkan oleh keluarga sendiri, tak peduli mereka masih hidup, mati, ingat, ataupun lupa akan diri, bahwa harta tidak akan pernah dibawa mati, melainkan belas kasih dan amal yang akan mengantarkan dirinya sendiri menuju jalan kerohmatan yang mana menjadi balasan dari sang maha pencipta guratan keindahan alam.
Bus kian berhenti pada tepian bibir tepian jalan, mengantarkan puluhan orang-orang berpakaian kain tebal, jas hitam, dan mantel, hampir seluruhnya melebarkan payung hitam agar bisa menghindari ramainya terpaan air hujan yang jatuh membasahi diri. Maka seperti in
Bab Populer