Kafan Hitam
Ramdani Abdulrenungan sepertiga malammengayuh sepedaujung jalanlirik payung teduh menuju senja
perintah Pak Juju pada dua pemuda yang baru saja sadar, “jangan banyak tanya. Cepat lakukan. Setelah itu, bawa mereka ke saung.”
Setelahnya, Pak Juju kembali menuruni perkebunan. Saat berada di dekat saung, ia bisa melihat kondisi yang tak jauh berbeda.
“Koh, Cu, bangun,” ujar Pak Juju sembari menepuk bahu Ceu Ikoh dan Ceu Cucu.
Kedua wanita paruh baya itu mengerjap, lalu tak lama kemudian histeris. “Po-pocong!” pekik Ceu Cucu dan Ceu Ikoh bersamaan.
Hot Chapters