Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)
“Karena malam ini, Saya juga ingin tau, bagaimana rasanya disentuh bukan karena hutang.”
Jagat memejamkan mata sejenak, lalu membuka. Kali ini, bukan tubuhnya yang bergerak, tapi jiwanya. Ketika ia mendekap wanita itu dalam pelukan ringan, tanpa ciuman, tanpa desakan, tanpa syarat, mereka tau sentuhan sekilas itu lebih keras dari kata-kata. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan dari luka yang tidak pernah dibicarakan. Tidak ada yang lebih indah dari pelukan yang datang bukan karena siapa kamu, tapi karena kamu di sana. Menunggu dan tidak pergi.