Ibu Kost yang menggoda
“Dan rasanya… lebih menyakitkan dari kematian.”
Ravika mengangguk pelan, matanya kembali tertuju pada jendela yang berembun. Dengan ujung jarinya, ia menggambar garis samar di kaca, lalu berkata dengan suara bergetar namun ditahan, “Mantan suamiku… dia bukan pria yang orang-orang kira. Senyumnya palsu, sikapnya manis hanya topeng. Di balik itu, ada kebohongan yang ia simpan—kebohongan yang hampir menghancurkan hidupku.”