Warung Kopi Dunia Bawah
"Bukan ingin, Mas. Harus. Dunia atas sudah terlalu lama diam. Tapi setelah neraka mengincar warung ini... kita tak bisa lagi hanya menyajikan menu dan candaan."
Randi menelan ludah. "Oke, tunggu sebentar. Siapa yang mengincar kita, tepatnya?"
Saat itulah pintu warung terbuka sendiri, tanpa ada yang menyentuhnya. Angin dingin masuk, dan seorang perempuan bergaun hitam berjalan masuk, langkahnya ringan, tapi meninggalkan jejak api di lantai kayu.
"Namaku Lilit. Pengantar utusan Neraka Keempat," ucapnya dengan suara selembut belati yang diselipkan di antara iga.
Bab Populer