Pria yang Menguntitku
“Pak Martinus mau minum dikit nggak? Ini bir bagus yang dibuat kakak iparku, bagus untuk kesehatan.”
Sesudah minum beberapa gelas, muka Martinus jadi merah, walaupun aku nggak melihatnya, tetapi selalu merasakan ada pandangan yang terus melihatku.
Aku memegang gelas yang di tangan, tidak peduli dengan tatapannya yang penuh obsesi.
Tali bahu gaun dengan nggak sadar sudah jatuh.
“Sabrina, kamu cantik sekali.”