Di Ambang Gila
, sebuah parade kegelapan dan cahaya, dan Ares adalah bintang tak resminya.
Dia bersandar pada dinding yang catnya mengelupas, seolah ingin menyatu dengan bayang-bayang. Matanya, warna hijau laut yang keruh, memindai kerumunan dengan sikap acuh tak acuh yang dipoles hingga mengkilap. Di tangannya, ada kaleng bir yang sudah hampir habis. Dia mengenakan jaket kulit yang usang, celana jeans robek yang lebih karena peperangan daripada mode, dan sepatu boots yang telah menyaksikan banyak hal. Di dadanya, di bawah jaket, terdapat tato garis-garis berantakan yang menyerupai sangkar burung.
Hot Chapters