Olm, Osa Si Salamander
Waktu yang terus berjalan itulah yang menjadikan tolok ukur kehidupan bagi seinsan jiwa yang paling sempurna: manusia, apakah mereka lebih bermanfaat dari rembulan yang tak punya pikiran namun punya tujuan, atau malah mereka lebih tak berguna dari seonggok batu yang hanya berdiam menunggu ada yang menggerakkan.
Cahaya lampu vila kami tidak seperti penginapan biasanya, yang temaram tenang kala malam menikam. Lampu yang menggantung agung itu tampak terang benderang, merata ke seluruh pojok ruangan, tidak memberikan setitik pun ruang untuk meremang. Meja makan persegi panjang tampak kosong melompong tanpa beban, bahkan hiasan kulit kerang pun tidak kelihatan. Empat kursi kayu yang mengilat, tam
Hot Chapters