Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia
Ucap Lily panjang lebar, mulai dari bersemangat, beryukur, berterimakasih, sampai bersedih karena teringat sang ayah yang hidup sendirian disana.
Lily lagi-lagi menggelengkan kepalanya, dan mulai mengambil benih-benih lain. Waktu itu ia belum sempat menanami semua lahan, jadi malam ini ia berniat menanam semuanya sekaligus. Meski mungkin akan membuatnya lelah, ia tidak mengeluh dan mulai bekerja. Sampai dua jam kemudian, Lily selesai menanam benih, ia duduk dengan lelah memegangi pinggangnya yang sakit. "Ah sangat menyiksa, tidak bisakah ditanam dan disiram secara otomatis?!" Ucapnya kesal sendiri. Kemudian ia berpikir, bukankah cincin ruang ini miliknya? Bisakah ia gunakan dengan keasadaran
Hot Chapters