Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Bertarung melawan sesuatu yang jauh lebih kuat dari yang pernah mereka bayangkan.
“Nonaku…” bisiknya, hampir tanpa suara. Bibirnya bergetar, dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Ia bisa merasakan, setiap kali ledakan itu terjadi, jantungnya ikut terhentak, seolah ada tali yang menghubungkan dirinya dengan sang nona.
Seketika, lantai kembali berguncang keras—duumm!—hingga tiang tenda bergoyang hebat, mengancam untuk roboh.