ANAK TUKANG CUCI PIRING
peringatku dengan sudut bibir yang terasa perih.
“Lalu? Wanitamu?” tandasnya seraya menarik kerah bajuku lebih kencang.
“Jangan sok suci! Bukannya kamu sendiri pernah menyakiti dan melukainya?” ucapku lagi tak mau kalah.
Halo semua, maaf untuk keterlambatan update hari ini. Maaf juga karena partnya sedikit. Saya lagi kurang sehat, badan lemas karena pusing, muntah bahkan buang air terus. Ini pun memaksakan diri untuk menulis agar kalian bisa baca kelanjutan Imas. Semoga kalian mengerti, yaa.