Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAWAR

MAWAR

Tidak ada yang bisa di lakukannya selain menunggu dengan duduk di bawah guyuran hujan, tidak ada tempat untuknya kembali selain mansion ini maka dari itu dia harus menunggu sampai ada seseorang yang sudi membukakan pintu gerbang untuknya. Mawar memilih duduk dengan menekuk kedua lututnya dan wajahnya di tenggelamkan disana. Tak lama hujan pun reda, Mawar yang masih terjaga mendengar bunyi gesekan dari pintu gerbang. Ingin melihat, tapi kepalanya serasa di timpa oleh beban yang sangat berat, kepalanya berdenyut nyeri sehingga untuk mendongak pun susah. Tapi dia mencoba sekuat tenaga, memaksakan dirinya agar bisa mengangkat kepalanya dan dia melihat Bik Enah, seorang wanita paruh baya yang ber
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

kata Pendekar Sabuk Maut sambil menyingkirkan Pendekar Pedang Kilat dari atas tubuhnya. “A–ayo!” Keduanya merangkak kabur tanpa menoleh lagi ke belakang. Kirai membersihkan luka Mahzar dengan sehelai sapu tangan berwarna kuning gading miliknya. Sapu tangan tersebut berhiaskan sulaman seekor burung kuau raja pada salah satu sudutnya. “Isst.” Mahzar meringis menahan perih. “Pakai ini!” kata Kuranji, datang menyodorkan sekantong kecil ramuan herbal kering.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
PAWANA

PAWANA

Dan tak butuh waktu lama, dia maju untuk menjalankan gilirannya. "Halo semua," Deg, suaranya benar-benar mampu membiusku. "Namaku Reyza Pawana Suar. Kalian bisa memanggilku Reyza," ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari mataku. Reyza Pawana Suar, namanya bagus. Aku tak mengalihkan pandanganku dari mata cokelatnya sampai dia duduk kembali. Setidaknya satu teka-teki sudah berhasil kujawab. Dia juga tak mengalihkan pandangan dariku. Seolah dia sudah lama mengenalku, dan ingin mengatakan "Kayra, kita ketemu lagi,". Ah, entahlah.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

"Lo mau gambar apa, Jun?" "Mm. Gue mau gambar dua mahkota disini. Terus ada daun cendana. Setelah itu mau gue lingkari pake busur panah." Gue menjelaskan. Dengan gerak yang gue yakin Jeli akan paham itu. "Mahkota. Kalo mahkotanya doang percuma." "Lah, lo nggak mikir?" "Ya ada. Tema kita persahabatan. Tema yang bikin gue eneg. Lagian lo kenapa milih itu sih."
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

dinar dan wakil rayan sengaja disuruh duluan karena mereka yang paling muda diantara yang lainnya, dan tentu saja lebih gesit gerakannya mereka melewati semak-semak dan pohon ara yang sangat besar, tak lama mereka sudah berada tidak jauh dari gedung itu, gedung tua tinggi yang tidak terlalu besar itu, tampak tidak terurus, seperti tidak berpenghuni saja
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
CERAI

CERAI

P*erlahan matanya menangkap seseorang yang saat ini sedang menikmati secangkir teh dan duduk tidak jauh dari tempat nya. Lantas Zaira langsung menghampiri nya , ia tahu pasti pria tersebut adalah majikan tempat ia bekerja Selamat pagi Tuan Saya adalah pembantu baru di tumah ini yang akan menggantikan posisi ibu saya ,bu Sari.. Ucap Zaira dengan menundukkan kepala nya. " pagi juga" sejenak pria itu menghentikan kegiatan nya dan menoleh pada seorang gadis cantik yang saat ini sedang berdiri di hadapan nya dengan kepala tertunduk kebawah.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
Conqueror

Conqueror

Maka orang tersebut akan dipandang sebagai aib bagi mereka. William Van Bramasta adalah seorang anak ketiga dari lima bersaudara dan sekaligus Putra kedua. Dia memiliki rambut berwarna hitam dan mata berwarna ungu. Dia adalah seorang pangeran kedua, putra dari raja dan ratu kerajaan Brama. Dia adalah seorang anak berumur 12 tahun satu tahun lalu. Dia juga memiliki kemampuan pedang yang melebihi keempat saudaranya, dan itu jika hanya bertarung menggunakan pedang tanpa kekuatan roh.
9.82.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Aku mendesah, menggelengkan kepala menghapus kesedihankku mulai fokus pada benda yang ada dihadapanku. “Pensil, pengaris, tabung, binder, sketchbook A3, penghapus, parut/cutter, drawing pen, pensil warna, rapido, dan pensil mekanik.” Aku mengabsen keperluan yang harus dibawa hari ini. Aku tidak pernah berfikir akan mempunyai masalah seperti ini dengan sahabatku selama bertahun-tahun.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

“Ya elah, Yan. Kenapa lo pakai minta imbalan segala? Kalau lo kayak gitu yang ada Bella malah mikir lo nolong dia gak ikhlas. Nanti Bella malah ilfeel sama lo.” “Jadi gue salah?” “Ya salah, lah. Emang bego sih. Begini deh kalau pertama kali naksir cewek. PDKT aja gak bisa.” Vian menoyor kepala Regan. “Kayak gak bego aja lo. Lo aja gak berhasil dapatin Tiara.” Tiara merupakan cewek kelas 11 Ipa 6 yang sudah lama ditaksir Regan, tapi cewek itu selalu mengabaikan Regan.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

jawab Meera lagi. “Varo, just Varo. Ini di luar kantor.” Meera mengangguk, ia mengerti maksud Varo. “Pulang naik apa?” tanya Varo masih datar seperti sebelumnya. “Naik taksi online, Pak.” Meera melirik ponselnya, di sana terlihat bahwa taksi online yang Meera pesan saat sedang duduk mengenakan sepatu sebelahnya tadi sudah menunggu di depan kantor.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai weaver
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status