TAKDIR KEDUA SANG RATU
Wanita itu mulai mendesah dan menggeliat seperti cacing kepanasan.
Wang Ming semakin menindih tubuh wanita itu dan menjadi mainan hasrat Wang Ming. Dia mengulum, menghisap pucuk indah yang menantang dan mulai mengeras itu dengan hisapan hangat menggairahkan. Tangannya membelah lembah di inti tubuh wanita yang sudah tak berdaya tersebut.
"Agh, pelan-pelan, perih," rengek dan desah wanita itu.
"Milik yang Mulia sudah penuh di dalam sana, agh, lebih cepat, lebih cepat lagi, agh, agh agh!" ceracau wanita itu.
Bab Populer