Jodoh untuk Aira
sergahku menahan isak, "Ayah sudah keterlaluan! Aku tidak masalah dengan profesi."
"Aira," bisik Ibu mengusap-usap pundakku, "Eling-eling."
"Tidak apa, bagiku seorang seniman itu istimewa. Memang tidak terlihat sememukau para pria berdasi yang mengenakan sepatu mahal yang mengkilap, para penikmat seni seperti kami, sebuah karya adalah bentuk syukur dan harga diri," tegas Hyun Joon mengungkapkannya di hadapan Ayah. Ada emosi tertahan dalam nada bicaranya.
Capítulos Populares