Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Denyit Ranjang Ibu Tiri

Denyit Ranjang Ibu Tiri

Ancam Mami Eda lalu bergegas pergi. "Emmmmmmm........" Teriakan Marni tertahan. Air mata mengucur meratapi hidup sekejam ini. Tak berapa lama Mami Eda pergi "Ayo kita pulang, buang waktu dan tenaga kita di sini." Tak berapa lama Darwin datang "Astaga....Marni." Langsung membuka ikatan di tubuh istrinya. "Siapa yang melakukan ini sama kamu, Marni?"
7.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Istri Super Jorok

Istri Super Jorok

Ah, semua telah terjadi, andaikan waktu bisa diputar kembali, akan tetapi penyesalan selalu datang belakangan. Satu jam kemudian, Marni muncul dengan wajahnya yang sudah segar. Rambutnya yang pendek masih basah. Dia tengah mengenakan dress bewarna biru muda dengan panjang selutut. Tak ada lagi daster bolong dan robek, dress yang begitu kontras dengan kulitnya yang putih dan bersih. Aku seperti tengah mengenal Marni yang baru, seperti orang asing yang belum pernah berjumpa sebelumya, mungkin karena pernikahan yang begitu cepat itu, aku lupa bahwa dia tetap Marni si jorok dulu.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 828 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Marry My Maid

Marry My Maid

Kekeh Mindy. “oh iya, kamu kesini kenapa tidak sekalian ajak Luna? Supaya kita bisa berkumpul bertiga, jarang-jarang kan.” “wait ya aku telfon.” Mindy mengeluarkan ponsel nya kemudian melakukan panggilan video kepada Luna. “hai Luna.” Sapa Mindy, ketika wajah Luna nampak di layar ponsel nya. Luna seperti baru saja bangun tidur. “oh hai Dy.” Balas Luna.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Ia mengetuk sekali. Pintu terbuka. Marni berdiri di ambang pintu, mengenakan tank top ketat dan celana pendek. Rambutnya acak-acakan, pipinya sudah merah. Di belakangnya terlihat tiga teman perempuannya — semuanya berusia awal 20-an, semuanya mengenakan pakaian tipis dan longgar, wajah mereka juga memerah karena sesuatu yang sudah lama menggelora. “Wandra…?” Marni mengerjap, lalu matanya langsung berkabut saat asap hitam dari liontin menyentuhnya. “Kamu… datang.”
1026.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

tanyaku balik, sambil saling pandang Aku pun segera berdiri dari duduk untuk membukakan pintu rumahku. Saat aku membukakan pintu, ternyata ada Marni di luar. Wajahnya merah padam, seperti singa betina yang akan menyerang mangsanya. "Ada apa, Marni? Ayo silahkan masuk!" Aku bertanya kepada Marni serta mempersilahkannya untuk masuk.
1051.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
MATI KUTU KETIKA ISTRI TKW-KU KEMBALI

MATI KUTU KETIKA ISTRI TKW-KU KEMBALI

rajuk Marni. "Sabar, sebentar lagi juga pulang." sahutku sambil menaikkan kaki keatas meja dan merebahkan tubuhku di kursi dengan mata yang kubawa tidur, capek. Marni duduk di bangku seberang sambil memainkan gawainya. "Mas, kita viral Mas. Kejadian tadi ada yang merekam dan disebar di medis sosial." ucap Marni panik.
9.620.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
AMPUNI AKU YANG PERNAH BERZINA

AMPUNI AKU YANG PERNAH BERZINA

pekik Marni kegirangan. “Aku juga sendiri, lho, Ayang.” Deni menimpali. “Iih, siapa juga yang nanya,” desis Marni dengan wajahnya yang jutek. “Kamu kok gitu, sih? ini kan kesempatan kita buat sama-sama.” Deni merengek dan semakin mendekatkan dirinya pada Marni. Sementara gadis itu justru menjauh dan semakin menempel pada Albany.
9.968.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Klek! “Eh, Ja-Jaka.” Marni membeku, jantungnya berdegup kencang. Melihat Jaka berdiri di depan rumahnya, pikirannya langsung melayang pada insiden Jaka memergokinya sedang berbuat mesum dengan Pak Kades waktu itu. “A-ada apa, ya?” tanyanya gugup. Asep tersenyum tipis. “Ada yang mau saya bicarakan dengan Mbak Marni.”
10174.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Ketika Usahaku Dibongkar Ibu Mertuaku

Ketika Usahaku Dibongkar Ibu Mertuaku

Brak brak brak Bu Marni benar-benar tidak beretika sama sekali. Harusnya dia masuk dan bicara baik-baik. Malah sebaliknya, berteriak di luar seperti orang kesetanan ditambah pakaiannya yang compang camping. Masih terlihat bekas kecelakaan di kepalanya. "Bu Marni, apa yang anda lakukan disini?" Terpaksa aku bertanya atas tujuannya datang kemari.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai when marnie was there marnie
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status