Istri Super Jorok
Ah, semua telah terjadi, andaikan waktu bisa diputar kembali, akan tetapi penyesalan selalu datang belakangan.
Satu jam kemudian, Marni muncul dengan wajahnya yang sudah segar. Rambutnya yang pendek masih basah. Dia tengah mengenakan dress bewarna biru muda dengan panjang selutut. Tak ada lagi daster bolong dan robek, dress yang begitu kontras dengan kulitnya yang putih dan bersih. Aku seperti tengah mengenal Marni yang baru, seperti orang asing yang belum pernah berjumpa sebelumya, mungkin karena pernikahan yang begitu cepat itu, aku lupa bahwa dia tetap Marni si jorok dulu.