Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Sejak saat itu, semangatku semakin menggebu-gebu, perasaanku tidak tenang rasanya, persis seperti orang yang tengah merasakan jatuh cinta pada pertama kalinya. Bayangan wajah Mas Nata saat dulu ia tidur di sampingku, senyuman yang jarang bahkan nyaris tak pernah kulihat tapi aku pernah melihatnya saat awal-awal kita bertemu, wajah kakunya yang ternyata baru kusadari ia sangat tampan sekali.
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

'Penampakan yang sangat indah' pujinya dalam hati. "Walau kita awalnya tak mengenal satu sama lain, perkataan ku di awal pertemuan kita. Meski kita tak saling menemukan satu sama lain, namun dipertemukan oleh orang tua kita. Aku mau kita bisa tumbuh bersama. Menumbuhkan rasa satu sama lain." "Aku-"
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Karena untuk pertama kalinya, semuanya terasa sangat jelas. Bukan lagi “aku” dan “kamu”. Tapi mulai terasa seperti… “Kita.”
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
The Billionaire's Bride

The Billionaire's Bride

Begitu juga Rhea. “Kamu ingat hari itu? Hari pertama kita bertemu di kampus. Kamu tersenyum lebar dan banyak wanita yang mengelilingimu.” Enzo merapikan rambut Rhea yang berantakan karena angin laut. “Saat itu aku menyadari aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama ketika melihat senyuman indahmu.” Gombalan itu membuat Rhea tertawa. Enzo menggenggam tangannya kemudian. “Aku serius. Kamu sangat bersinar.”
9.77.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Our Fight

Our Fight

Sebentar lagi kelas pertama akan segera di mulai. **** Hari itu hari Minggu. Kami berjanji akan bertemu di sebuah café tepat di perempatan jalan tak jauh dari rumahku. Kalian ingat café dengan warna merah menyala saat pertemuan pertamaku dengan Mino waktu itu? Ya. Itu adalah café yang sama. Tapi kali ini akan berbeda karena tidak hanya aku dan Mino yang berada di sana.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Cahaya sempat melongo tak tahu apa yang dimaksud suaminya. "Kamu mungkin lupa, pertemuan pertama kita bukan di cafe itu, tapi jauh sebelumnya saat kamu hanya gadis kecil berkuncir dua yang sok tahu."
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“You know, this isn’t actually the first time we’ve sat together like this.” Mey angkat alis. "Yes. We’ve met twice before.” “That’s right. The first time was at the grand opening of RafFit Personal Trainer in Singapore. I still remember, you were busy helping Rafael backstage while I was mostly taking care of the guests.” Priya menatapnya langsung, nada suaranya tenang tapi penuh makna. “You seemed… very close then.” Mey menahan napas sesaat, lalu menjawab datar. “It was purely work. Rafael needed support, so I helped.”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

“Biar kita nggak sembarangan, Abang. Kan kita bukannya mau bikin video aneh-aneh.” Caraka terbahak mendengar ucapan istrinya yang terpikir sampai ke sana, tapi kalau mengingat mereka melakukan pertama kali bahkan di ruang tengah, pantas kalau Arka sampai berpikir ke sana. “Bisa dimatiin kok. Tenang aja. Mau di mana pun masih bisa.”
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
WHEN LOVE MEET

WHEN LOVE MEET

Karena ice cream ini adalah rasa ice cream kesukaan mereka berdua. "Kalian, tidak boleh satu sendok!" larang Vino. "Kenapa?" tanya Romeo yang merasa bingung. "Karena, itu sama saja dengan kalian berciuman!" "Benarkah? Anggun, berarti kamu adalah ciuman pertamaku!" ucap Romeo dengan wajah senang. "Bohong banget!" jawab Anggun. "Serius, aku belum pernah dekat dengan seorang wanita. Dari kecil, wanita yang aku sukai dan cintai hanya kamu seorang. Apakah aku juga ciuman pertamamu?" tanya Romeo.
1088.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
PRETEND LOVE (Bahasa Indonesia)

PRETEND LOVE (Bahasa Indonesia)

Tidak sampai dia berhenti bersikap aneh di depanku. Semenjak itulah hari-hariku mulai terganggu dikarenakan kehadirannya. Pertemuan pertama kami adalah siang hari di Minggu pertengahan bulan Juni yang pada waktu itu banyak orang lebih memilih berada di dalam rumah daripada harus 'membakar diri' di luar.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status