Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
balasnya akhirnya, berusaha mengembalikan suaranya yang tiba-tiba serak.
"Maaf mengganggu, Pak. Saya Nia. Dari Yayasan Pekerja ART Tunas Mandiri," ujar perempuan itu, memperkenalkan diri dengan sopan. Matanya yang jernih menatap Arka, tidak berkedip, seakan menilai pria di hadapannya. "Saya dijadwalkan untuk bertemu Ibu Clara dan Bapak hari ini."
Nia. Namanya sederhana, tapi terasa anehnya di telinga Arka. Lalu, seperti tersambar petir, ingatannya kembali. Percakapan singkat dengan Clara seminggu lalu.