Once then Forever
"Mana aku tahu, Atla. Tanyain aja sama cowok yang ngajak nikah itu."
Atla berkedip tanpa perasaan bersalah. "Kalau kamu? Misal, suatu saat nanti mau ngajak cewek nikah. Alasannya apa? Maksudku, untuk apa komitmen seumur hidup, tinggal berdua sama orang asing?"
Hari mendengkus. Duduk bersila di kursi panjang, menghadapkan tubuh sepenuhnya pada Atla. "Cinta," sahutnya santai.