Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perfect CEO

Perfect CEO

Berlian menatap pan yang ada irisan bawang putih, gadis itu semakin mendekat dan menghirupnya dalam-dalam. "Wanginya enak," ucap Berlian menghirup dalam-dalam aromanya seakan gadis itu tidak pernah mencium aroma bawang putih tumis. "Berlian, ini hanya bawang putih tumis. Sebaiknya kamu istirahat sana," ujar Bara mendorong tubuh Berlian sedikit. "Aku mau di sini saja," jawab Berlian berdiri di samping Bara. Berlian melihat dengan seksama apa yang dilakukan Bara. Mulai membuat soup sampai menggoreng telur.
1017.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 346 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ia tidak memiliki skill ‘Pemotongan Cepat’ yang mencolok. Ia hanya menggunakan perasaan, menyayat daging cumi dengan pola wajik yang sempurna agar bumbu meresap dan matang merata. Ia meminta Luna membeli bawang putih, beberapa cabai rawit merah, dan sebotol saus tiram termurah dari warung terdekat. Bah Sura duduk di geladak perahunya, si Jagad, mengamati setiap gerakan Radit dalam diam. Ia seperti elang laut yang mengawasi mangsanya, matanya yang tajam tidak melewatkan satu detail pun.
943 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
MY CEO [Hate And Love]

MY CEO [Hate And Love]

Mayleen menuju ke arah sana. Mayleen melihat di sekitaran jalan ke arah gubuk tersebut banyak sekali di tumbuhi pohon Mint. Setelah menaiki tangga yang terbuat dari tanah yang dibentuk seperti tangga. Mayleen masuk ke gubuk itu tapi tidak ada orang. Mayleen hanya melihat jika banyak bawang putih dan bawang merah yang di gantung. "Bawang merah, bawang putih, daun Mint," pikir Mayleen.
9.712.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 262 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

“Mama bikinin sayur asem kesukaan kamu, ayuk makan. Kamu kurang selera makan akhir-akhir ini.” Otakku langsung mencerna kadar bawang yang terdapat dalam semangkuk sayur asem. Setelah melakukan riset dengan cepat dan pastinya jauh dari akurat, mual yang cukup memalukan ini timbul setelah aku mencium aroma bawang dalam bentuk apapun. Ditumis, digoreng, bahkan aku tidak bisa berdiri dalam jarak dua meter ketika melihat si bawang putih. Hampir mirip seperti Vampire yang teramat sangat tersakiti dengan bawang putih, atau jangan-jangan saat ini aku sudah menjelma menjadi seorang Vampire?
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 238 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
Menikahi Sahabat Tunanganku

Menikahi Sahabat Tunanganku

“Keluarin dulu semua belanjaan, Neng. Trus cuci bersih, abis itu dipotong. Atau potongin dulu baru dicuci. Serah lah mau gimana.” Cantika loading. Dia tidak bisa ambil keputusan di antara dua pilihan yang disebutkan Lian. Lian menahan tawa melihat kebingungan Cantika. “Yaudah, kamu iris bawang yang udah kukupas itu aja,” tunjuk Lian pada sebuah besek bambu berisi bumbu-bumbu. Cantika mengangkat besek lalu menatapnya lekat-lekat. “Kukirain pake bumbu instan.”
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 186 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

Bi Enok menyerahkannya ke telapak tangan Mahmud, lalu berkata, “Makanlah ini barang satu atau dua butir ….” ‘Butir?’ Kembali benak lelaki tersebut bertanya penasaran. ‘Butiran apa? Dari baunya … ini seperti ….’ “ … Bawang putih,” imbuh kembali perempuan itu melanjutkan kalimat. “Jangan dulu bertanya-tanya, Juragan. Ayo, makanlah sebelum masuk ke dalam kamar.”
102.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 53 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Di halaman yang sama, satu usaha menghasilkan uang harian, sedangkan tampah kecil di dekat Livia seperti percobaan yang belum punya harga. Leo duduk di bangku pendek, memisahkan buah Wu Wei Zi dengan ujung jari. Buah yang merah penuh diletakkan di tampah utama, yang pecah masuk ke mangkuk kecil, yang terlalu basah disisihkan, sedangkan daun dan tangkai kecil dibuang satu per satu. Bima menahan diri cukup lama sebelum bertanya, “Buah sekecil itu benar bisa dipakai?”
108.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 214 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
My Incredible Man

My Incredible Man

Abigail melipat kedua tangan, menatap intimidasi pada Marie. "Mau.... Tapi buat apa bawang sebanyak ini tante?" "Itu tradisi." jawab Abigail sambil memasukan udang ke dalam microwave. "Tradisi?" Marie mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Jika kamu ingin menjadi menantu di keluarga kami, kamu harus mengiris bawang merah minimal sebanyak itu." jelas Abigail dengan cuek sembari memasukan minyak goreng ke dalam wajan.
108.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 347 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
IBU YANG KAU BUANG

IBU YANG KAU BUANG

Lalu meneruskan langkah ke dapur untuk membuatkan minum sulungku yang baru saja datang. "Bu Darti kenapa tadi, Buk?" tanya Dina saat kami masih dalam perjalanan ke dapur. "Cuma sekedar menyapa ibu saja, Din," sahutku. "Hati-hati loh, Buk. Bu Darti orangnya kan kayak gitu, suka kepo cari bahan gosip," pungkas Dina mengingatkanku. "Iya, Din. Kamu mau minum apa? Teh atau kopi?"
8.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 167 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
SEBUNGKUS MIE INSTAN

SEBUNGKUS MIE INSTAN

tanya kang sayur pada Bu Wati. "Bawang merah sama bawang putihnya juga, Mang. Jangan lupa cabai rawit dan tomat. Itu saja," lanjut Bu Wati meminta agar pesanannya disiapkan oleh kang sayur. "Ini, Bu. Total semuanya 65.000." Kang sayur menyebutkan total nominal yang harus dibayar oleh Bu Wati serta menyodorkan kantung plastik yang berisi belanjaan tersebut.
107.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 204 Beses bilang wibu bau bawang
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status