Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Aroma parfum Chanel-nya bertarung sengit dengan bau ubi rebus. "Bastian juga," timpal Mama Wijaya, suaranya melengking namun ada nada lega di sana. "Dia jadi lebih... apa ya istilahnya? Grounded. Kemarin dia nangis gara-gara bawang merah, bukan gara-gara jumlah likes. Itu kemajuan besar buat kesehatan mentalnya. Not bad untuk lingkungan yang oksigennya terbatas begini."
813 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Keturunan Terakhir Elite Global

Keturunan Terakhir Elite Global

“Bumbu macam apa itu?” Perempuan itu cekikikan. “Bawang bombai, kecap, lemon, dan lada.” “Kau masuk daftar tersangka.” “Hah? Kenapa begitu?” “Karena kau menyebutkan bahannya seperti penyihir abad ke-16. Selanjutnya!”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Dosenku, Musuhku, Suamiku

Dosenku, Musuhku, Suamiku

Dalam hati dia berdoa agar tangannya tidak kena iris. Sementara itu, Giorgio sibuk merebus air. Dia tidak sempat memperhatikan bagaimana Vivi bekerja. Beberapa menit kemudian, Giorgio mengulurkan tangannya. “Mana bawangnya?” “Ini, Pak.” Vivi menyerahkan bawang bombay yang sudah mengecil ukurannya. Giorgio mengerutkan dahi. “Apa ini?” Wajahnya jelas tidak puas. “Vi, ini lapisan luarnya aja yang dibuang, bukan sampai tinggal segini.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Abbas membungkuk di depan teras, sedangkan tangannya sudah sangat siap untuk membuka ikatan uang menjerat karung berisi bawang putih dan merah tersebut. Memang seperti itu, bawang yang baru datang harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dipindahkan ke pedagang kecil. Barulah bawang akan tampak lebih menarik untuk dibeli. Tanpa bersusah payah mengupas lebih. “Cepet ambil pisaunya,” ucap Abbas masih menarik ujung ikatan karung. Keraguanku dan penolakanku tak lagi berguna. Aku lebih mendahulu permintaan sang suami yang tak ingin menunggu.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

tannya Meysila bingung. "Di laut mana ada buaya, Mey? Yang ada hiu atau paus. Buaya itu di sungai," ujar Almira. Sahabatnya itu bisa saja membuat dirinya tersenyum. "Kalau Zidan dibuang ke laut, ya pasti ada buaya. Pan dia keturunan buaya darat. Kuat kamu hidup sama laki model buaya gitu. Mending kalau buayanya jenis roti khas betawi. Nah ini, spesifikasinya lebih ke buaya buntung bin biawak kali."
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 379 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Ma-maaf, sampai lupa. Silahkan masuk Bu Evi, Bu Atik!" "Memangnya masak berapa menu buat Emak?" tanyaku. "Pagi ini Emak minta dimasakin gulai daun singkong dan ikan asin." "Oh …." Aku dan Bu Atik saling menatap, kode untuk mulai melakukan tugas masing-masing. Bu Atik berusaha mengalihkan pandangan Mbak Icik dengan mengajaknya ngobrol. Dengan cepat aku pun berjalan ke arah wajan berisi gulai daun singkong yang belum matang. Mengeluarkan plastik berisi bubuk warna putih yang aku beli secara online.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 503 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Sedangkan tempat tinggal Bapak, mayoritas orang keturunan Jawa. Kabau merupakan lalapan sejenis petai atau jering (jengkol). Kabau berupa buah yang lonjong berwarna hijau dan berbentuk seperti kacang polong, tapi kalau dibelah kulitnya berjejer beberapa buah, berkulit hitam dan berdaging hijau di dalamnya. Biasanya, tanaman ini hidup di daerah di hutan-hutan Sumatera. Buah ini berbau tidak sedap seperti jengkol dan petai, inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang dikonsumsi layaknya jengkol dan petai. Bagi orang yang menyukai kabau, menganggap kabau sebagai penambah nafsu makan. "Ayo diminum dulu, pasti capek tadi di jalan kan?" ucap Ibu pada Nayla.
1058.5K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as wibu bau bawang
Read
+Library
WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU

WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU

"Mertuamu modelan begitu, Ibu enggak mau kamu dan Naya kembali terluka untuk yang kesekian kalinya." "Iya, Bu. Aku memang sudah tekad tidak akan rujuk, karena nggak mau apa yang pernah terjadi di masa lalu kembali terulang di masa sekarang." Aku tersenyum tipis sambil memotong tiga macam bawang. Bawang merah, bawang putih, dan daun bawang. Eh, empat macam kalau ditambah bawang bombai yang dikeluarkan Nisa dari kulkas.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

Aku dan juga Mbak Rini berteriak bersamaan. "Gimana caranya seperempat kilo bawang merah, bisa untuk setengah bulan, Bi?" tanya Mbak Rini dengan serius. "Kasih tahu aku dong caranya, biar aku bisa hemat uang belanja juga," kata Mbak Rini lagi. "Ya caranya, kalau kamu masak … bawang merahnya itu cukup satu kelopak saja, jangan banyak-banyak!" kata Bi Ramlah sambil terkekeh kecil.
9.6235.6K viewsOngoingAdded to Library 6.4K Times as wibu bau bawang
Read
+Library
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Alda tersenyum, setelah mendapat informasi dari Rian. Tidak lama kemudian, mereka tiba di butik, setelah mobil terparkir, keduanya beranjak turun dan melangkah masuk ke dalam butik. Riyanti langsung menuju salah satu pegawai untuk mengambil baju yang ia pesan sebelumya. "Jadi berapa?" tanya Riyanti. "Delapan ratus lima puluh ribu, Bu," jawabnya. "Ini, Mbak." Riyanti menyerahkan sembilan lembar uang seratus ribuan.
109.3K viewsOngoingAdded to Library 268 Times as wibu bau bawang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status