PERMAISURI YIN
Lelaki itu membantu A Yin lagi untuk berdiri.
“Jangan panggil aku Nyonya, kau itu suamiku, panggil dengan kata lain saja, Fujin.”
“Ya, ya, ya, nanti aku pikirkan itu. Ayo.”
“Ke mana?” tanya A Yin.
“Pulang ke Shanghai naik jeep.”
“Shanghai apa, jeep itu apa, dan kenapa kita tidak kembali ke Chang An saja?” A Yin mengedipkan mata lagi.
“Begini, tahun saat kau hidup itu sangat jaaaauuuuuuh ribuan tahun jaraknya dengan tahun 2000, mengerti?” Li Wei menerangkan dengan sabar.