YOU AND US
gumam Ian lagi sembari mengangkat sebuah batu besar dan meletakkannya dipundak.
"Aku ingin mati dengan tenang, bukan menjadi budak sosok yang lebih kuat." Kali ini Ian berbicara dalam hati, tak ingin sosok tersebut mendengar kalimatnya barusan.
"Hei Ian." Tiba tiba saja Dion muncul disamping Ian, tersenyum ke arah remaja itu.
"Kita belum mati. Ingat? Tubuh kita masih ada, kita bisa kembali," ujar Dion bersemangat, berharap keinginannya tercapai.
Hot Chapters