Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan
Emran bergumam pelan, lalu maju setengah langkah lagi, mengulurkan tangan seakan-akan ingin menyentuhku, tetapi justru membeku di udara.
"Aku benar-benar sudah sadar aku ini bajingan. Antara aku dan dia nggak ada apa-apa. Setiap hari aku menyesal kenapa aku nggak jujur padamu, kenapa aku sengaja membuatmu marah. Konser itu untuk anniversary ketiga kita. Aku sudah menyiapkan ...."
"Emran." Aku kembali memotong ucapannya. Kali ini nadaku jelas, tegas, dan tak menyisakan ruang tawar-menawar, sepenuhnya berniat mengusir.