Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
kata Arvendra menenangkan, lalu dia mulai menyalakan mesin Jeep itu, cahaya dashboard menyapu wajahnya yang fokus.
“Mas jangan sotoy,” protes Anindya sambil meremas tali tasnya. “Kali ini beda. Ini ngomong resmi. Ayah, Ibu tiri, Kakak tiri. Lengkap satu paket. Ribet nggak tuh!”
“Yang ribet cuma kamu,” sahut Arvendra santai, memutar kemudi keluar dari basement apartemen. “Yang lain bisa Mas hadapi.”
“Mas terlalu percaya diri.”