Ada sesuatu yang menarik dari sistem tanpa database, terutama ketika melihat bagaimana beberapa website sederhana tetap berjalan lancar. Misalnya, situs statis yang hanya menampilkan informasi tetap bisa menggunakan file HTML atau Markdown disimpan langsung di server. Setiap kali ada perubahan, konten diupdate manual melalui FTP atau Git.
Pengalaman pribadiku saat membantu teman membuat blog pribadi tanpa database justru lebih cepat diakses karena tidak perlu query. Tapi jelas skalanya terbatas—cocok untuk portofolio atau landing page. Kalau butuh fitur dinamis seperti komentar, biasanya solusinya pakai layanan pihak ketiga seperti Disqus atau Formspree untuk handle input pengguna.