Share

Bab 11. Dinner

last update Date de publication: 2026-03-08 00:58:34
Jeremy membelokkan mobilnya memasuki area drop-off eksklusif di The Westron Jakarta dan membuat Karala yang duduk di sebelahnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi tersebut.

Malam ini, Karala nampak sangat cantik dengan gaun hitamnya dan begitu serasi dengan Jeremy yang juga tak kalah menawan. Seperti janji lelaki itu sebelumnya, mereka akan melakukan makan malam di salah satu restoran yang berada di lantai 67 di dalam gedung tersebut.

Tak
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 22. lift

    Karala melangkah masuk ke dalam ruangan CEO sekaligus Presiden Naratama Group yang berada di lantai 27. Hartanto Naratama terlihat sedang menandatangani beberapa dokumen di atas meja kerjanya. Setelah beberapa detik, barulah lelaki paruh baya itu mengangkat kepala untuk menatap putrinya. "Papa mendengar dari asistenmu kalau lusa kamu akan berangkat ke luar negeri?" Tanya Hartanto dengan kening berkerut. Dipandangi Karala dengan serius. Wajah sang putri benar-benar mirip dengan sang mantan istri. "Iya. Saya harus menghadiri pesta pernikahan salah satu teman baik di Australia, Pak." Jawab Karala dengan tenang. Sudah barang tentu kalau dia sedang berdusta saat ini. Hartanto mendengkus tidak suka. Penjelasan Karala rasanya tidak memuaskannya. "Apakah kehadiranmu sangat penting sampai kamu harus meninggalkan pekerjaan di perusahaan, Kara? Timeline proyekmu tidak kecil apa lagi di hari menjelang pertunangan." Karala tersenyum. Sudah dia duga kalau hal ini akan mengganggu ayahnya. Lel

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 21. Poin

    Sekitar 10 menit kemudian, Andira Zahid dipersilahkan Lina untuk segera masuk ke dalam ruangan sang bos. Seperti yang dibayangkan, wajah sang model langsung berubah terkejut karena mendapati sosok Jeremy yang sedang duduk sambil memegang beberapa kertas laporan dengan kaki yang bersilang. "Silahkan duduk, Bu Andira. Maaf membuat anda menunggu." Karala menyambut sang tamu dengan ramah. Senyum di bibir perempuan itu tak luntur saat memberikan isyarat kepada Lina. "Kebetulan sekali, kedatangan anda bersamaan dengan meeting kami berdua." Andira memperhatikan tangan Karala yang mengambang di depannya lalu perempuan itu segera meraihnya agar mereka bisa saling berjabat tangan. "Terima kasih." Jeremy tersenyum lalu menepuk kursi di sebelahnya sebagai isyarat. Tak menunggu lama, Andira segera duduk di samping suaminya. "Apa kamu bosan menunggu tadi?" Tanya Jeremy setengah berbisik. Sudah jelas tujuannya agar Andira tidak curiga. Andira menghela nafas. Tak pernah terbesit sekalipun

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    20. Tamu

    Pesta ulang tahun telah berakhir, kini Damian dan Karala sedang dalam perjalanan pulang. Kali ini tujuan mereka bukan rumah utama Naratama melainkan sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota. Apartemen itu merupakan salah satu tempat tinggal Karala selama ini. "Saya minta maaf kalau beberapa sepupu saya menggoda Bu Karala malam ini." Damian melirik Karala yang duduk di sebelahnya. Wajah lelaki itu nampak menyesal mengingat apa yang terjadi saat dia memperkenalkan calon tunangannya itu pada beberapa kerabat yang juga hadir di pesta. Karala tersenyum. Ternyata ciuman mereka pada game sebelumnya, diam-diam telah menarik perhatian beberapa sepupu Damian yang hadir. Mereka begitu heboh menggoda sulung Zahid dan dirinya. "Saya malah senang mereka menyukai saya, Pak. I'm a good kisser, right?" Damian berdehem pelan lalu menjilat bibirnya pelan. Rasa manis bibir Karala ternyata masih terasa di sana. Sungguh, perempuan itu benar-benar di luar ekspektasinya malam ini. "Yeah.... meng

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 19. Truth or Dare

    "Dare." Karala menaikkan alisnya mendengar jawaban Jeremy. Melihat kepribadian sang kekasih, sudah dia duga kalau lelaki itu akan memilih Dare. Jeremy Zahid jelas lebih menyukai melakukan sesuatu dari pada berkata jujur pada mereka. "Kalau begitu aku yang akan mengajukan permintaan." Andira memperhatikan Damian dan Karala secara bergantian. Tentu saja perihal Jeremy harus tentang dirinya. "Sekarang mas Jeremy telepon seseorang yang berada di panggilan terakhir ponselmu lalu cobalah berikan rayuan padanya?" Jeremy menaikan alisnya lalu merogoh ponsel yang ada di saku celana. Melakukan apa yang Andira perintahkan, lelaki itu kemudian menekan panggilan telepon pada kontak terakhir yang berada di log panggilan. Andira tersenyum lalu mengangkat ponselnya yang berdering pada semua orang. Nama kontak 'my husband' muncul pada layar dengan icon love berwarna merah. Semua seperti yang dia harapkan. "Halo ...." Ujar Andira setelah menggeser icon hijau ke kanan. Perempuan itu sengaja me

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 18. Ulang tahun

    "Happy birthday to you ..." "Happy birthday to you ..." "Happy birthday to you ..." Ucapan selamat ulang tahun menggema memenuhi ruangan yang telah di booking khusus itu. Semua orang yang ada disana menyanyikan dengan serentak, diiringi tepuk tangan dan musik yang semakin membuat suasana menjadi meriah. Seorang perempuan cantik yang menjadi main karakter malam ini, terlihat begitu stylish dengan dress soft pink dan berdiri tepat di depan sebuah cake bertema coquette empat tingkat berwarna senada dengan mahkota mewah dan lilin angka 25 yang menyala di atasannya. Karina Zahid yang merupakan adik sepupu dari Jeremy dan Damian Zahid nampak sangat bahagia sambil menatap teman-teman dan kerabatnya yang telah datang untuk merayakan pesta ulang tahunnya yang menuju kedewasaan. Karala sendiri sedang duduk di sofa, tepatnya di meja yang sama bersama Damian, Jeremy dan Andira yang juga ikut bertepuk tangan. Meski begitu, diam-diam perempuan itu tahu kalau seseorang sedang memperhatik

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 17. Dinner

    "Kalau begitu tanggal pernikahan Dipta dan Indah akhirnya sudah ditentukan." Sudut bibir Hartanto Naratama terangkat saat menatap Idris Lesmana yang merupakan calon besannya. Kedua lelaki yang seumuran itu duduk saling berhadapan. "Saya harap dua bulan dari sekarang semua persiapan pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar." Idris menganggukkan kepalanya tanda setuju. Senyum lelaki itu juga tidak kalah lebar. Setelah sekian lama, mereka benar-benar akan menjadi satu keluarga. "Saya juga senang sekali. Akhirnya kita mencapai kesepakatan, Pak Hartanto. Sosok Pradipta yang dewasa dan pekerja keras sudah cukup matang untuk memimpin rumah tangganya sendiri. Hal seperti itulah yang dibutuhkan anak saya, Anita yang terkadang masih memiliki sisi yang kekanak-kanakan." Saat namanya di sebut, Anita yang duduk di samping ibunya langsung memajukan bibirnya dengan manja. Meski nampak kesal, nyatanya mata perempuan itu terlihat berbinar. "Aku mau manjanya di lamain-lamain dari sekarang. Soal

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status