Compartir

38

Autor: Naomiliana
last update Fecha de publicación: 2026-04-25 15:04:08
“Surat?” Lian Wei bingung.

“Oh! Dari kamar ibu.” tunjuk Lian Wei ke arah Paviliun Mawar.

“Jangan bohong!”

Xiuhuan menggenggam lengan Lian Wei kuat.

“Ah... aduh sakit!”

“Aku tidak pernah menemukan apapun di kamar ibu, bagaimana bisa kau mendapatkannya?!”

“Itu karena kau jahat! Ibu tidak merestui mu! Lepaskan tanganku!” Lian Wei berontak.

Xiuhuan melihat pada lengan Lian Wei yang sudah merah, namun perhatian tertuju pada gelang yang dipakainya.

“Dari mana kau mendapatkan gelang in
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   129

    “Dia sudah sekarat.”“Sekarat? Maksudmu?”“Adik Ketiga meracuninya dengan Embun Merah yang membuat darah terkuras habis.”“Dia ketahuan?”“Ya, hampir.”“Dasar bodoh, dia dengan ibunya sama saja.”“Sudahlah mari kita bicarakan hal lain.”“Ah baik.”Sementara itu Kekaisaran Xu.“Kau ini pergi berburu atau berperang?”“Ayah, putra tunggal mu ini sedang sakit. Seharusnya kau prihatin padaku.”“Membuang waktuku saja.”“Ayah…” pria itu menatap dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.“Kau carilah istrimu, Xu Kai.”“Ayah, kau sudah tahu aku tidak ingin menikah terlalu cepat.”“Kau ini Putra Mahkota Xu, bagaimana mungkin kau tidak memiliki satupun istri?”“Ayah aku sedang fokus dengan pengembangan tanaman obatku.”“Pantas saja kau selalu kalah dari Wang Xuemin,” sindir ayahnya.“Ayah! Kau membandingkan aku dengan Iblis Kejam itu?! Sakit hati aku,” ucap Xu Kai sedikit berlebihan.“Ayah melihat kalian berdua tumbuh bersama, mana mungkin dia Iblis Kejam.”“Huh! Tapi ayah takut saat mendengar nama

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   128

    ‘Seandainya putriku tidak sakit, semua ini pasti akan menjadi miliknya.’Selir Wu terdiam dan menundukkan kepalanya.Tatapannya perlahan bergeser ke gulungan daftar mahar di atas meja. Gulungan itu begitu panjang hingga ujungnya hampir menyentuh lantai.Seratus gulung sutra Jiangnan.Dua puluh peti perhiasan emas.Tanah pribadi di wilayah selatan.Pasukan pengawal khusus pengantin.Liontin giok warisan Kekaisaran Quon.Napas Selir Wu terasa berat, ini bukan mahar untuk seorang putri biasa. Ini perlakuan untuk seseorang yang benar-benar dicintai istana.“Yang Mulia Selir,” seorang pelayan Paviliun Melati berkata hati-hati, “Putri Lien Hua meminta anda memeriksa kembali daftar ini. Beliau takut ada barang yang kurang.”‘Takut kurang?’ pikir Selir Wu. Sudut bibir Selir Wu bergerak tipis, entah ingin tertawa atau marah.Pintu ruangan tiba-tiba terbuka perlahan. Lien Hua masuk dengan pakaian sederhana berwarna hijau pucat. Tidak ada riasan mencolok di wajahnya, tetapi justru itu membuatnya

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   127

    “Bagaimana keadaan putriku?” tanya Selir Wu.“Selir Agung?”“Ibu?”Kaisar Li, Xiuhuan dan Jianying menoleh bersamaan ke pintu masuk.“Bagaimana keadaan putriku? Apa dia baik-baik saja?” tanya Selir Wu lagi.Mereka bertiga saling pandang, segera Jianying menyembunyikan kertas pesan itu agar tidak dibaca oleh ibunya.“Ibu, adik masih bisa disembuhkan tapi membutuhkan waktu yang lama,” ucap Jianying menenangkan ibunya.Ia tidak ingin ibunya pingsan mendengar kabar buruk yang bisa terjadi kapan saja.“Syukurlah kalau begitu, aku sedikit tenang.”“Iya, Ibu Selir tenang saja, kami akan melihatnya,” timpal Xiuhuan.“Benarkah? Kalau begitu ibu akan membuatkan kue kesukaan Lian’er.”“Ayah!”Suara seorang perempuan bergema di sepanjang aula, hingga menampilkan Lien Hua yang berjalan mendekat.“Oh? Kalian sedang berkumpul disini?” ucap Lien Hua menyadari semua orang yang sedang berkumpul di aula.“Kebetulan sekali, ayah lihat ini daftar mahar yang diberikan Pangeran Zhao. Aku tidak paham dengan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   126

    ‘Apa yang dilakukannya disini?’ batin Kaisar Xuanzong. “Berdiri, aku tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah,” ucap Lian Wei dingin dan acuh. Setelah mendengarkan perkataan Lian Wei, kasim itu melirik pada Lian Wei kemudian kembali bersujud. “Ampuni hamba Yang Mulia, hamba pantas dihukum,” ucapnya sambil bersujud. Lian Wei sangat kesal melihat kelakuan kasim itu. Anming menyadari jika Lian Wei sangat kesal pun segera angkat bicara. “Bangun, ini perintah putri. Kau tentu tidak ingin jika putri mengulang perkataannya atau bahkan berubah pikiran bukan?”Segera kasim itu tersadar lalu melirik pada Anming kemudian beralih pada Lian Wei yang tidak memandangnya. “Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Putri,” ucapnya kembali bersujud lalu bangkit berdiri. Perlahan-lahan ia mundur ke belakang Kaisar Xuanzong. “Anda sangat berhati besar Putri Wang. Tapi ada perlu apa anda kemari putri? Apakah secara tidak sadar kami menyinggung anda atau Pangeran Wang?” ucap Kaisar Xua

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   125

    “Cari tahu gadis yang menyelamatkan aku tadi.”“Gadis yang mana?” beo Jang Hyuk bingung.“Kau ini bodoh ya? Sudah berapa lama kau menjadi pengawal pribadiku?”“Sudah sangat lama Yang Mulia.”“Kalau begitu kau sudah tahu harus bagaimana mencarinya.”“Ciri-cirinya seperti apa pangeran?”Pria itu memukul kepalanya kesal.“Cari dia di arah sebaliknya!”“Ah? Oh… ya ya baik.” ucapnya lalu menyuruh pengawal yang lain mencari ke arah perginya Lian Wei.‘Pangeran yang anti perempuan ini, bisa sampai begitu penasaran padanya? Sehebat apa gadis itu? Atau apa ada luka di kepalanya?’ pikir Jang Hyuk sambil sesekali mengecek kepala tuannya.“Tidak ada,’ ucapnya pelan.“Apa yang kau cari?”“Apa kepala anda membentur sesuatu pangeran?”“Jang Hyuk sepertinya kau harus dikirim ke barak ya?”“Tidak pangeran, jangan seperti itu. Aku tidak bisa hidup tanpamu.”“Cih!”Sementara itu rombongan Lian Wei menunggu dengan cemas.“Nona anda baik-baik saja?” tanya Tao Mo, saat melihat Lian Wei jalan dengan lemas d

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   124

    “Kau—”“Nona anda mengenal pemuda ini?” tanya Tao Mo. Lian Wei berjalan dengan lemas kearah pemuda itu dengan pandangan mata mereka yang saling bertaut. Bruk... Lian Wei jatuh terduduk di hadapan pria itu. Lama mereka saling pandang hingga satu tetes air mata jatuh dari pelupuk mata Lian Wei. Segera ia berhambur ke pelukan pria asing di hadapannya. “Jun Ho....”Pria itu tidak mengerti situasi yang sedang terjadi saat ini. Seorang pria menghampirinya secara tiba-tiba, lalu datang seorang wanita yang tiba-tiba saja memeluknya dengan menangis. Tanpa sadar pria itu menepuk-nepuk pelan pundak gadis yang ada di pelukannya itu. Lian Wei yang merasakan tepukan pelan itu semakin menangis keras. Perlakuan pria asing itu padanya, mengingatkan dia pada Jun Ho.Cukup lama hingga akhirnya Lian Wei tidak menangis lagi. Ia melepaskan pelukannya secara perlahan saat mendengar sebuah suara yang sangat dekat dan di rindukannya. “Apa kau sudah tenang nona?”Suara berat itu terdengar di telinga Lian

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status