ยุค 60 เมื่อตัวประกอบไร้ค่าทะลุมิติมาพลิกชะตาชีวิตเป็นนางเอก

ยุค 60 เมื่อตัวประกอบไร้ค่าทะลุมิติมาพลิกชะตาชีวิตเป็นนางเอก

last updateLast Updated : 2026-02-05
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
190Chapters
6.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ทะลุมิติมาเป็นลูกสะใภ้เล็กผู้แสนร้ายกาจที่ทุกคนเกลียดชังแล้วยังไง...เธอมีมิติ มีระบบ TaoBao เธอไม่กลัวอะไรทั้งนั้น จริงด้วย...เธอยังมีลูกชายอีกสองคนนี่นา เธอขอสู้เพื่อลูกแล้วกัน

View More

Chapter 1

บทที่ 1 ทะลุมิติเข้ามาอยู่ในนิยาย

Kota Amadeus. Malam badai.

Brielle Sudarma menghubungi suaminya, Raka Pramudita. Telepon tersambung, tetapi tak diangkat.

Di dalam pelukannya, sang putri menggigil karena demam tinggi hingga mencapai 40 puluh derajat. Dalam keadaan setengah sadar, si kecil terus memanggil, "Papa ... Papa ... aku mau Papa ...."

Brielle buru-buru menggendong putrinya turun ke bawah, lalu berkata pada pembantunya, Lastri, "Bi Lastri, kita ke rumah sakit."

"Perlu tunggu Tuan pulang dulu?" tanya Lastri.

"Nggak usah."

Malam ini adalah ulang tahun cinta lama Raka. Dia tidak akan pulang.

Hati Brielle lebih dingin dari hujan deras di luar sana. Di pelukannya, kedua pipi anaknya sudah memerah karena panas yang begitu tinggi, tubuh kecilnya mengerang lirih menahan sakit. Namun, ayahnya malah sedang menghadiri pesta wanita lain.

Di jalan menuju rumah sakit, hujan deras mengguyur. Brielle cemas melihat suhu tubuh putrinya yang terus naik. Dia menginjak pedal gas hingga kandas. Tiba-tiba, sebuah mobil menyalip dari sisi kiri. Brielle buru-buru menyalakan lampu hazard sebagai peringatan, tetapi mobil itu tetap melaju lurus ke arahnya.

Brielle refleks memutar setir ke samping. Mobilnya menghantam pembatas jalan.

Dari kursi belakang, Lastri memeluk anak kecil itu erat-erat sambil menjerit ketakutan.

Untungnya, Brielle sempat menginjak rem. Bagian depan mobil hanya menabrak tiang batu kecil sehingga tidak terlalu parah. Namun di detik itu juga, air mata Brielle mengalir deras tak terkendali.

Selama bertahun-tahun, perasaan tertekan dan kesedihan yang menumpuk dalam diam, semuanya menerjang di saat bersamaan.

Melihat sosok di balik kemudi yang terisak diam-diam dengan bahu berguncang, Lastri ikut merasa perih dan berseru cemas, "Nyonya, Nyonya ... kita harus buru-buru ke rumah sakit! Badan Anya semakin panas!"

Brielle baru tersadar bahwa anaknya masih dalam kondisi bahaya. Dia segera memundurkan mobil dan melaju menuju rumah sakit.

Sesampainya di sana, Brielle langsung menggendong Anya turun. Saat si kecil harus menjalani pemeriksaan darah dan jarinya akan ditusuk, dia menolak dan menangis sekuat tenaga. Brielle terpaksa menahan tangan mungil itu. Mendengar suara tangisan anaknya yang histeris, hati Brielle juga ikut tercabik-cabik.

Anya menderita infeksi virus. Selain itu, yang menyerangnya bukan hanya satu virus. Setidaknya ada tujuh jenis virus ganas terdeteksi dalam tubuh Anya. Hasil CT menunjukkan kedua paru-parunya telah berubah menjadi putih.

"Keadaan anak Ibu sangat serius saat ini. Kami menyarankan untuk segera melakukan tindakan cuci paru," kata dokter dengan tegas.

Lastri yang berdiri di samping, ikut terkejut mendengar itu. "Apa? Anak sekecil ini, apa bisa dilakukan cuci paru?"

Brielle mengambil hasil CT scan paru-paru dari tangan dokter dan memeriksanya dengan saksama. Dokter yang berdiri di samping tampak sedikit terkejut. "Ibu ngerti?"

Brielle mengangguk, lalu membuat keputusan. "Dokter, tolong atur jadwal operasi cuci paru setelah demam putriku turun."

Lastri tak kuasa untuk bertanya, "Nyonya, apa nggak sebaiknya dibicarakan dulu dengan Tuan?"

Brielle menatap putrinya yang berada dalam pelukannya. Dia mengusap kening si kecil yang masih memerah karena demam, lalu berkata dengan suara mantap, "Nggak perlu."

Di saat itu, seolah dia telah membuat keputusan besar dalam hidupnya.

....

Tiga hari kemudian.

Brielle menemani putrinya yang baru saja selesai menjalani operasi cuci paru. Dia duduk di sisi ranjang sambil menatap wajah mungil Anya yang pucat. Saat itu, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk.

[ Ada apa? ]

Hanya dua kata singkat, tapi sarat dengan arogansi seseorang yang merasa berada di atas segalanya. Brielle meletakkan ponselnya kembali tanpa membalas.

Sementara itu di pantri, ponsel Lastri berdering. Begitu melihat layar, dia langsung menjawab, "Halo, Tuan."

"Apakah ada sesuatu yang terjadi di rumah?"

Lastri tercekat sejenak. "Ng ... nggak ada apa-apa, Tuan. Apa Tuan sedang ada di dalam negeri?"

"Ya."

"Baik, Tuan. Silakan lanjutkan pekerjaan. Di rumah nggak ada masalah, jangan khawatir."

Setelah telepon ditutup, Lastri tak kuasa bergumam, "Kenapa ya, Nyonya nggak mau saya kasih tahu soal semua ini ke Tuan .... Padahal Tuan ternyata ada di dalam negeri ...."

Di kamar rawat, Brielle masih menggenggam tangan Anya. Matanya yang sembap dan memerah akhirnya terpejam, tetapi hatinya tetap gelisah dan sulit terlelap.

Tiba-tiba, Anya menggeliat seperti sedang mengalami mimpi buruk. Tangan kecilnya meraba-raba udara, mulutnya bergumam, "Papa ... Bi Devina ... aku takut ... aku takut ...."

Brielle buru-buru menggenggam tangan putrinya. "Mama di sini."

Namun, saat Anya membuka mata dan melihat ibunya, dia langsung membalikkan badan dengan kesal, "Aku nggak mau Mama ... aku mau Bi Devina ...."

Brielle menahan air mata yang nyaris tumpah. Dia hanya bisa menepuk pelan punggung putrinya, mencoba menenangkan agar si kecil kembali tertidur.

Hari ketujuh, Brielle menggendong Anya keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah. Akhirnya, tubuhnya benar-benar tumbang karena kelelahan. Dia meminta Lastri untuk menemani Anya sejenak, sedangkan dia naik ke lantai atas untuk tidur satu jam.

Ketika dia terbangun dan turun ke bawah, Lastri terlihat sedikit panik. "Nyonya sudah bangun. Tadi Tuan sempat pulang ... dan membawa Anya keluar makan malam."

Tenggorokan Brielle terasa tercekat. Dia membalikkan badan tanpa bersuara, lalu kembali masuk ke kamar.

Di lantai bawah, Lastri menghela napas panjang. "Padahal punya suami, tapi Nyonya harus menjalani hidup seberat ini ...."

Brielle meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Raka. Telepon tersambung. Namun yang terdengar bukan suara suaminya, melainkan tawa seorang wanita. "Raka lagi bawa Anya ke toilet, ada perlu apa?"

Napas Brielle tercekat. Dia menggigit bibir, lalu menutup telepon tanpa menjawab.

Setelah itu, Brielle memejamkan mata. Laki-laki yang dulu dinikahinya dengan penuh keyakinan meski ditentang ayahnya, hingga dia harus meninggalkan pendidikannya demi pernikahan itu ... akhirnya malah membuatnya hancur.

Brielle masih ingat betul hari pernikahannya. Saat itu, sang ayah pernah bertanya diam-diam, "Suatu hari nanti kamu nggak akan menyesal, 'kan?"

Dengan senyum bahagia, Brielle menjawab, "Ayah, tenang saja! Aku nggak akan pernah menyesal."

Demikianlah, dia mengorbankan pendidikan dan melangkah masuk ke dalam pernikahan.

Dua tahun lalu, Brielle mendapati putrinya diam-diam menelepon Devina di kamar Raka. Hubungan mereka terlihat sangat akrab, seperti ibu dan anak.

Pada perjalanan menuju rumah sakit hari itu, Brielle akhirnya sadar. Dia menyesali pernikahan ini.

Sudah waktunya diakhiri. Seberapa besar pun usahanya mempertahankan pernikahan dengan pria yang tidak mencintainya, pada akhirnya hanya akan menyisakan luka. Sisa hidupnya ... harus dia gunakan untuk mencintai dirinya sendiri.

Ponselnya kembali berbunyi, sebuah notifikasi email yang masuk.

Brielle bangkit dan menuju ke ruang kerja di lantai tiga. Dia membuka laptop, masuk ke email, dan mengklik pesan yang baru masuk. Alamat pengirimnya berasal dari Departemen Riset Medis Universitas Kedokteran ternama dunia.

Brielle memejamkan matanya sembari bergumam, "Ayah, kamu benar. Terima kasih telah memberiku jalan keluar."

Dalam benaknya, kembali terngiang pesan ayahnya sebelum meninggal, "Putriku nggak boleh jadi orang nggak berguna. Kamu harus jadi kebanggaanku. Kalaupun sudah menikah nanti, kamu tetap nggak boleh menyerah pada studimu."

Selama enam tahun, Brielle terus bertahan. Tanpa sepengetahuan siapa pun, dia diam-diam menyelesaikan pendidikan yang dulu diberikan ayahnya kepadanya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

Nattery
Nattery
สนุก น่าติดตาม ขอบคุณที่อัพเดทจนจบ
2026-06-04 09:51:38
0
0
จันจิรา แก้วมณี
จันจิรา แก้วมณี
สนุกค่ะ เรื่อยๆไม่ปวดหัว
2026-05-07 23:21:59
0
0
190 Chapters
บทที่ 1 ทะลุมิติเข้ามาอยู่ในนิยาย
‘โม่จิ้นอิ๋ง’ ชอบอ่านนิยายเป็นงานอดิเรก เธออ่านนิยายมานานหลายสิบปี ไม่คิดว่าวันหนึ่งเธอจะต้องมาเจอกับเหตุการณ์ทะลุมิติเข้ามาอยู่ในนิยาย อย่างเช่นตอนนี้...เธอนั่งอยู่คนเดียวในห้องพักแสนเรียบง่ายที่มีเพียงสีเดียวทั่วทั้งห้อง ลักษณะของห้องแบบนี้จะพบได้ก็แค่ในยุคสมัยนี้เท่านั้นมือเล็กกำกระจกในมือแน่น ภาพสะท้อนในกระจกเผยให้เห็นใบหน้าของเธอที่ดูเหมือนจะอายุมากกว่าความเป็นจริงสัก5-6 ปี แต่ความเป็นจริงแล้ว...เธอเพิ่งจะ 24 เท่านั้น มากกว่าสมัยเรียนมหาวิทยาลัยเพียง 3 ปีแต่ในยุคนี้...จิ้นอิ๋งกลับกลายเป็นแม่ลูกสองไปแล้ว ชีวิตในช่วงเวลานี้เต็มไปด้วยข้อจำกัด ถึงจะมีเงินก็ใช่ว่าจะหาของดี ๆ กินได้ หน้าตาจึงดูหม่นหมอง เหน็ดเหนื่อย เมื่อมองดี ๆ แล้วเธอก็เหมือนคนที่แก่กว่าอายุจริงอยู่ไม่น้อยหลังจากที่ประมวลความทรงจำในหัว จิ้นอิ๋งก็พบว่า...เธอเคยอ่านนิยายเรื่องนี้มาแล้วหลายรอบ และนั่นก็ทำให้เธอจำตอนจบของนิยายเรื่องนี้ได้ดี นิยายแนวย้อนยุคทุกเรื่องมักจะมีตัวละครหญิงที่เติบโตในเมืองชอบจู้จี้ เอาแต่ใจ และชอบหาเรื่องคนอื่นเขาไปทั่ว และคราวนี้...จิ้นอิ๋งดันทะลุมิติมาอยู่ในร่างตัวประกอบนางร้ายไร้ค่าเข้าจนได
Read more
บทที่ 2 ระบบ TaoBao
แต่ก่อนจะพูดถึงไฝเม็ดนั้น…ขอพูดถึงเรื่องสำคัญก่อน เธอได้รับความทรงจำทั้งหมดของเจ้าของร่างนี้มาเรียบร้อยแล้ว และที่น่าตกใจยิ่งกว่านั้นก็คือ...พ่อแม่ของเธอในชาติก่อน ก็คือพ่อแม่ของเธอในชาตินี้ด้วย ต่างกันก็แค่ว่า...ชาติก่อนเธอเป็นลูกคนเดียว แต่ในชาตินี้เธอกลับมีพี่น้องครบ ทั้งพี่สาวคนโต ถัดจากเธอก็มีน้องสาวคนที่สาม และคนสุดท้องก็คือน้องชายน้องชายคนนี้แหละ ที่เป็นเหมือนแก้วตาดวงใจของทั้งบ้านทุกคนในครอบครัวต่างก็ต้องทุ่มเททุกอย่างเพื่อลูกชายคนนี้ ส่วนพ่อแม่ที่เคยรักและตามใจเธอในชาติก่อน บัดนี้กลับกลายเป็นพ่อแม่ย้อนยุคที่เห็นลูกชายสำคัญกว่าลูกสาว ดูถูกลูกสาวชนิดที่ใครเห็นต่างก็ปวดใจ[ขอแสดงความยินดีต่อผู้ใช้ ระบบได้ปรับเปลี่ยนเนื้อหาของบทบาทเสร็จเรียบร้อยแล้ว ต่อจากนี้...ขอให้ผู้ใช้พา ‘TaoBao’ เริ่มต้นชีวิตใหม่อย่างมีความสุขนะคะ~]เสียงปริศนาดังขึ้นในหัวของจิ้นอิ๋ง เธอถึงกับตกใจสะดุ้งโหยง “อะไรกันเนี่ย ?!! แกเป็นใคร ?!!”[ดิฉันไม่ใช่มนุษย์หรอกค่ะ คุณจะเรียกฉันว่า ‘ระบบ’ ก็ได้นะคะ]เสียงนั้นตอบกลับอย่างใจเย็น วินาทีนั้น...จิ้นอิ๋งก็เข้าใจได้ในทันทีว่ามันคือ ‘มือทอง’ ของเธอนี่เอง“ไอ้เถาเป่
Read more
บทที่ 3 ซื้อของกลับไปเยี่ยมลูกชาย
แม้มื้อนี้จะทำให้จิ้นอิ๋งเสียเงินไป 50 เฟิน แต่บอกตามตรงว่า...เธอยังรู้สึกกินไม่ค่อยอิ่มเลย พูดก็พูดเถอะ...ราคานี้จริง ๆ ก็ไม่ได้แพงอะไรนักหรอก เพียงแต่เงินเดือนของเธอในแต่ละเดือนมีแค่15 หยวนเท่านั้น ถ้าจะกินแบบนี้ทุกวันจริง ๆ คงเลี้ยงตัวเองไม่ไหวแน่แต่ตอนนี้...จิ้นอิ๋งกลับไม่รู้สึกเสียดายเงินเลยสักนิด เพราะเงินเดือนของเหวินหงเยอะกว่าเงินเดือนเธอนี่นา เดือนหนึ่งได้มากถึง 35 หยวน ตลอดหลายปีที่ผ่านมา...เงินเดือนของเขา เจ้าของร่างเดิมก็เป็นคนเก็บไว้หมด แล้ว...แม่ของเธอก็มาขอยืมเงินจากเธอไปจนหมดตอนนี้จิ้นอิ๋งยังเหลือเงินติดตัวอยู่นิดหน่อย แต่ก็ไม่มากนักหรอก ร่างระหงเดินเข้าไปในห้อง หยิบเอาสมุดบัญชีเงินฝากของธนาคารออกมาดู ทันทีที่เห็นตัวเลขในสมุด เธอถึงกับหุบยิ้ม พอรวมทั้งเงินเดือนของเธอแล้ว ก็พอแค่ใช้จ่ายดูแลตัวเองไปวัน ๆ ส่วนค่าใช้จ่ายหลักในบ้าน ล้วนแต่ต้องใช้เงินของหานเหวินหงเกือบทั้งสิ้นหานเหวินหงทำงานเป็นคนขับรถบรรทุกระหว่างเมือง รายได้ค่อนข้างดี เพราะนอกจากเงินเดือนหลักแล้ว ยังมีเงินค่ากิน ค่าเบี้ยเลี้ยงอีก เขาจึงมีเงินส่งกลับมาที่บ้านครบ 35 หยวนทุก ๆ เดือน ที่จริงแล้วเงินค่าแรงเข
Read more
บทที่ 4 ตระกูลหาน
คนในครอบครัวหานนั้นซับซ้อนพอสมควร หานเหวินหงมีพี่น้องทั้งหมด 7 คน ชายสี่หญิงสอง และตัวเขาเป็นคนสุดท้องของบ้านหาน พี่ชายคนโตคือ ‘หานเหวินต้า’ พี่ชายรอง ‘หานเหวินเอ๋อ’ พี่ชายสาม ‘หานเหวินซาน’ พี่สาวคนที่สี่ชื่อ ‘หานเหวินซือ’ พี่สาวคนที่ห้าคือ ‘หานเหวินอวี่’ ส่วนพี่ชายคนที่หกคือ ‘หานเหวินเหลียว’หานเหวินหงคือลูกสาวสุดท้องคนที่ 7 ลูกชายคนสุดท้องที่เกิดตอนพ่อแม่เริ่มแก่แล้ว ก็เลยไม่ได้รับการตั้งชื่อตามลำดับตัวเลขเหมือนพี่ ๆ น้อง ๆ แต่ได้ชื่อว่าหานเหวินหงแทนหานเหวินต้าอายุ 41 ปี แต่งงานมีลูกด้วยกัน 4 คนเป็นชายสาม หญิงหนึ่ง ลูกสาวคนโตชื่อ ‘หานโส่วอวี่’ แต่งงานออกเรือนไปแล้ว มีลูกหนึ่งคน หานเหวินต้าได้กลายเป็นคุณตาอย่างเป็นทางการแล้ว ลูกชายคนแรกของเขาชื่อ ‘หานโส่วกั๋ว’ คนที่สองชื่อ ‘หานโส่วเจีย’ คนสุดท้องชื่อ ‘หานโส่วปิ้ง’ ตอนนี้หานโส่วกั๋วอายุ 20 ปีแล้ว กำลังเตรียมตัวจะแต่งงานในปีนี้หานเหวินเอ๋อ วัย 38 ปี แต่งงานมีลูกสามคนเช่นกัน ลูกชายคนโตชื่อ ‘หานโส่วฮา’ ลูกสาวคนกลางชื่อ ‘หานโส่วชุ่ย’ และลูกชายคนเล็กชื่อ ‘หานโส่วไห่’ แม้หานโส่วฮาจะเป็นลูกชายของพี่ชายรอง แต่เขาคือหลานชายคนแรกของตระกูลหาน
Read more
บทที่ 5 ปรับความเข้าใจกับแม่สามี
ตอนที่จิ้นอิ๋งปั่นจักรยานกลับมาถึงหมู่บ้าน ก็เจอเข้ากับกลุ่มป้า ๆ ข้างบ้านที่กำลังยืนเม้ากันอยู่ตามเคย“อ้าว ~นั่นใช่จิ้นอิ๋งภรรยาเหวินหงไหม ? วันนี้กลับมาเยี่ยมลูกหรือ ? ปกติรอวันหยุดกลางเดือนถึงกลับมาเยี่ยมลูกไม่ใช่หรือ ?” ป้าจางที่สนิทกับกุ้ยฮวารีบทักทันทีเมื่อเห็นจิ้นอิ๋ง“สวัสดีค่ะป้าจาง พอดีเพื่อนร่วมงานหนูติดธุระ เลยสลับวันหยุดกับหนู วันนี้ก็เลยได้กลับมาบ้านเร็วค่ะ” จิ้นอิ๋งตอบกลับด้วยรอยยิ้มสุภาพ“อ้อ ~อย่างนี้นี่เอง งั้นรีบกลับบ้านเลยนะ แม่สามีเธอกำลังจะพาเอ้อร์เป่าออกไปเก็บผักป่าอยู่ ไม่รู้ว่าออกไปกันแล้วหรือยัง” ป้าจางพูดด้วยท่าทางเป็นมิตร“งั้นหนูไปก่อนนะคะ ถ้าป้าจางว่าง แวะไปนั่งเล่นที่บ้านได้นะคะ แล้วก็ทุกคนที่นี่ด้วย ถ้าว่างก็แวะไปดื่มชาที่บ้านหนูนะ”พูดจบ...จิ้นอิ๋งก็ปั่นจักรยานไปที่บ้านหาน สำหรับเธอแล้ว...การกลับบ้านครั้งนี้ก็เหมือนปกติทั่วไป แต่สำหรับกลุ่มป้า ๆ ข้างบ้านถึงกับอ้าปากค้างด้วยความประหลาดใจ“ฉันนึกว่าฉันตาฝาดไปนะเนี่ย คนที่ชอบดูถูกคนอื่นอย่างจิ้น อิ๋ง จะพูดดีกับเราจริง ๆ หรือ ?”“เธอไม่ได้ตาฝาดไปหรอก เมื่อกี้คือจิ้นอิ๋งเมียของเหวินหงจริง ๆ”“ฉันก็นึกว่าจิ
Read more
บทที่ 6 สะใภ้หก คือแม่ของนางเอกของเรื่อง
กุ้ยฮวาแบ่งเนื้อเสร็จแล้วก็เอาไปใส่กะละมัง ก่อนจะพูดกับลูกสะใภ้ว่า“อิงอิง หนูอยู่รอแม่ที่บ้านนะ แม่เพิ่งนึกได้ว่ามีเรื่องอยากจะคุยกับป้าจางหน่อยน่ะ ป้าจางยังนั่งอยู่ที่ใต้ต้นไม้ใหญ่หน้าบ้านใช่ไหมลูก ? ”“ใช่ค่ะ” จิ้นอิ๋งตอบรับอย่างไม่ลังเล หลังจากนั้น...ข่าวลือก็แพร่สะพัดไปทั่วหมู่บ้านว่าภรรยาของหานเหวินหงกลับมาแล้ว แถมยังหอบมันหมูก้อนโตติดมือมาด้วยบังเอิญว่า...วันนี้พี่สะใภ้หกของตระกูลหานไม่ได้ไปทำงาน อยู่บ้านพักผ่อน ก็เลยได้ยินข่าวลือนี้เต็มสองหู คนที่นำเรื่องนี้มาบอกก็คือเพื่อนบ้านนั่นเอง“น้องสะใภ้ของเธอน่ะ กลับมาคราวนี้หอบมันหมูกลับมาด้วยนะ ฉันเห็นแล้วตกใจมากไม่อยากจะเชื่อสายตาตัวเอง ฉันไม่เคยเห็นน้องสะใภ้เธอทำดีกับครอบครัวสามีเธอมาก่อนเลยนะ” ทันทีที่ได้ยินแบบนั้น สีหน้าของพี่สะใภ้หกก็พลันเปลี่ยนไปทันที“เธอพูดจริงเหรอ ? ยัยนั่นเอาเนื้อกลับมาด้วยเหรอ ? วันนี้พระอาทิตย์ขึ้นทางทิศตะวันตกหรือยังไง ?”ความสัมพันธ์ระหว่างจิ้นอิ๋งกับพี่สะใภ้หกไม่ค่อยดีเท่าไรนัก แม่สามีไม่ชอบสะใภ้หกเท่าไร แต่กลับรักและเอ็นดูลูกสะใภ้เล็กยิ่งกว่าอะไร นี่คือเหตุผลที่ทำให้พี่สะใภ้หกเกลียดสะใภ้เล็กอย่างจิ้
Read more
บทที่ 7 อาหารสุดพิเศษ
ความจริงแล้ว...กุ้ยฮวาตั้งใจให้กลิ่นมันหมูเจียวลอยฟุ้งไปทั่วทั้งหมู่บ้าน อยากให้พวกบรรดาป้า ๆ ที่เคยนินททหล่อนลับหลังพากันน้ำลายไหลตายกันให้หมด! ใครใช้ให้พูดจาว่าร้ายหล่อนล่ะ อยากเห็นหล่อนลำบากนักใช่ไหม ? คราวนี้แหละ...จะได้เห็นกันชัด ๆ เลยว่าลูกสะใภ้ของหล่อน ซื้อมันหมูชิ้นใหญ่เบ้อเริ่มกลับมาฝาก!เมื่อกี้...กุ้ยฮวายังไม่เห็นถุงน้ำตาลทรายแดง ไม่งั้นคงหอบถุงน้ำตาลทรายแดงถุงใหญ่นั้นไปอวดทุกคนพร้อมกับเนื้อไปแล้ว จิ้นอิ๋งยืนมองแม่สามีเจียวมันหมูอยู่ข้างนอก เห็นแม่สามีทำท่าทางตลกก็อดขำไม่ได้ ไม่คิดเลยว่าแม่สามีของเธอจะมีมุมที่น่ารักแบบนี้เหมือนคนอื่นเขาด้วย“เอ้อร์เป่า กินนมอร่อยไหมลูก ?” หลังป้อนนมเจ้าตัวเล็กเสร็จ จิ้นอิ๋งจึงเอ่ยถามด้วยน้ำเสียงที่อ่อนโยน เจ้าหนูน้อยพยักหน้ารัวแทนคำตอบว่าอร่อยมาก จิ้นอิ๋งนั่งรออยู่นานไม่เห็นลูกชายคนโตกลับมาสักที เธอจึงหันไปถามแม่สามี“แม่คะ ต้าเป่าไปไหนเหรอคะ ?” กุ้ยหานกำลังคนมันหมูในกระทะ ตอบแบบไม่ใส่ใจนักว่า“ไม่รู้เหมือนกัน เจ้าเด็กนั่นคงไปวิ่งเล่นอีกแล้วสินะ หนูไม่ต้องเป็นกังวลไปหรอก พอเจ้านั่นได้กลิ่นเนื้อเมื่อไหร่ เดี๋ยวก็วิ่งกลับมาเองแหละ”ต้าเป่ายัง
Read more
บทที่ 8 ต้องห่างลูกอีกแล้ว
กุ้ยฮวามองเด็ก ๆ นั่งกินกากหมูอย่างเอร็ดอร่อยแล้วก็อดรู้สึกเสียดายไม่ได้ แต่ตนก็ไม่กล้าพูดอะไรมาก กลัวจะถูกลูกสะใภ้คนเล็กต่อว่าหาว่าตนใจแคบ จิ้นอิ๋งเห็นสายตานั้นก็เข้าใจได้ทันที พอแจกกากหมูให้เด็ก ๆ จนครบทุกคนแล้ว เธอจึงเอ่ยขึ้นด้วยน้ำเสียงที่อ่อนโยนว่า“แม่คะ ที่เหลือเก็บไว้ผัดผักนะคะ ใส่นิดเดียวก็หอมแล้ว” คำพูดนั้นทำให้กุ้ยฮวาถอนหายใจอย่างโล่งอก ยิ้มออกทันที“ได้ ๆ เดี๋ยวแม่นำกากหมูพวกนี้ไปเก็บก่อนนะ” พูดจบ...กุ้ย ฮวาก็คีบกากหมูอีกชิ้นใส่ปากต้าเป่า แล้วหันไปถามลูกสะใภ้เล็กด้วยน้ำเสียงอารมณ์ดีว่า“อิงอิง เที่ยงนี้เรากินเกี๊ยวกันดีไหมลูก ?” จิ้นอิ๋งคลี่ยิ้มบาง พลางส่ายหน้าเบา ๆ แล้วเอ่ยตอบว่า“ในกระทะมีแต่น้ำมันหมูเต็มไปหมดเลยค่ะ หนูว่าทำผัดผักกินกับหมั่นโถวดีกว่านะคะ”“ดี ๆ” กุ้ยฮวาพยักหน้าเห็นด้วยกับความคิดของลูกสะใภ้เล็ก ในใจแอบคิดว่าลูกสะใภ้คนนี้ช่างรู้จักใช้ชีวิตจริง ๆ ไม่ฟุ่มเฟือยจนเกินตัว กุ้ยฮวาเดินไปหยิบเอาแป้งข้าวโพดมาเตรียมทำหมั่นโถว ส่วนจิ้นอิ๋งก็หันไปเล่นกับต้าเป่าและเอ้อร์เป่า“ต้าเป่า ปกติลูกชอบไปเล่นแถวไหนลูก ? แม่กลัวหนูจะวิ่งเล่นใกล้แม่น้ำ ที่ตรงนั้นอันตรายมากเลยนะ”
Read more
บทที่ 9 อยากให้ลูก ๆ มาอยู่ด้วย
ทันทีที่กุ้ยฮวาได้ยินว่าจิ้นอิ๋งจะพาเด็ก ๆ ไปอยู่ด้วย หัวใจก็พลันเต้นแรงรัวเร็ว ลูกสะใภ้ตั้งใจจะพาตนย้ายไปอยู่ด้วยกันอย่างนั้นเหรอ ?“ถึงตอนนั้น…แม่ก็จะได้ย้ายไปอยู่ด้วยใช่ไหม ?” กุ้ยฮวาถามออกไปด้วยน้ำเสียงลน ๆ สีหน้าเต็มไปด้วยความรู้สึกผิดคิดว่าตนพูดสิ่งไม่ควรพูดออกไป“ค่ะ แม่จะย้ายไปอยู่กับหนูพร้อมกับเด็ก ๆ ค่ะ” จิ้นอิ๋งตอบสั้น ๆ แต่หนักแน่นในน้ำเสียง กุ้ยฮวานิ่งเงียบไปครู่หนึ่ง ก่อนจะเอ่ยขึ้นด้วยน้ำเสียงที่เป็นกังวลว่า“แม่เองก็ยินดีจะช่วยเลี้ยงต้าเป่ากับเอ้อร์เป่านะลูก ไม่ใช่ปัญหาเลย แต่แม่อดเป็นกังวลไม่ได้ แม่กลัวว่าแม่จะไปเป็นภาระลูกกับเหวินหง ไหนจะค่าใช้จ่าย ไหนจะค่าเรียนของเด็ก ๆ อีก”ลึก ๆ แล้ว…กุ้ยฮวากลัวว่าค่าใช้จ่ายจะเพิ่มขึ้น กลัวลูกสะใภ้จะหาว่าตนเป็นภาระแล้วกลับมาเย็นชากับตนเหมือนเมื่อก่อน จิ้นอิ๋งรู้ว่าแม่สามีคิดอะไรอยู่ เธอยิ้มบาง ๆ แล้วพูดอย่างอ่อนโยนว่า“แม่ไม่ต้องห่วงนะคะ เงินเดือนของเหวินหงหนูเป็นคนเก็บค่ะ หนูเก็บไว้ใช้มาโดยตลอด เรื่องเงินเล็ก ๆ น้อย ๆ พวกนี้หนูไม่ลำบากเลยค่ะ สิ่งที่หนูคิดหนักจริง ๆ คือเรื่องพ่อ ถ้าแม่ย้ายไปอยู่กับหนู แล้วพ่อจะอยู่กับใครล่ะคะ ?”“โ
Read more
บทที่ 10 ชายที่มีนามว่าหวังเจี้ยนกั๋ว
หลี่หงฮวากับหวังเจี้ยนกั๋วเป็นเพื่อนบ้านกัน พอเจอหน้าก็พูดคุยกันอย่างสนิทสนมอยู่พักหนึ่ง ส่วนจิ้นอิ๋ง….เมื่อเห็นเขาก็ไม่พูดพร่ำทำเพลง รีบก้มหน้าก้มตาทำงานในทันทีผู้ชายคนนี้…เธอควรหลีกให้ไกลที่สุดถึงจะดี แต่คนอย่างหวังเจี้ยนกั๋ว กลับไม่ปล่อยให้เธอเมินเฉยได้ง่าย ๆ เขาเดินเข้ามาพูดด้วยน้ำเสียงนุ่มนวล“คนสวยครับ รบกวนชั่งลูกกวาดให้ผมครึ่งชั่งหน่อยครับ” จิ้นอิ๋งไม่ได้ตอบอะไร นอกจากหยิบถุงมาแล้วลงมือชั่งอย่างเงียบ ๆ พอเจี้ยนกั๋วรับถุงไป ก็ทำทีเป็นรีบร้อนเลื่อนมือมาดูนาฬิกา เผยให้เห็นนาฬิกาข้อมือราคาแพงที่ส่งตรงมาจากเซี่ยงไฮ้ แสดงถึงถานะทางบ้านว่ามีหน้ามีตาแค่ไหนในยุคนี้“จ่ายเงินด้วยค่ะ” หวังเจี้ยนกั๋วยื่นเงินส่งให้ พร้อมรอยยิ้มอบอุ่นที่มีนัยแฝง“ผมดูเหมือนคนที่ไม่มีความรับผิดชอบเหรอครับ ?” สายตาเขาแน่นิ่งแต่ลึกซึ้ง คล้ายมีเสน่ห์ที่ชวนให้หลงใหล หากเป็นจิ้นอิ๋งคนเดิมคงเผลอหวั่นไหวไปแล้ว แต่ตอนนี้…เธอไม่ใช่จิ้นอิ๋งคนนั้น คนที่เคยผิดพลาดเพราะในอดีต…หลังจากที่จิ้นอิ๋งยอมตกลงมีอะไรกับเขา พวกเขาก็ถูกจับได้และถูกประณามอย่างรุนแรง จิ้นอิ๋งทนแรงกดดันไม่ไหว สุดท้ายจึงจบชีวิตลงด้วยความสิ้นหวังส่วนเ
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status