Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Plot Twist Realistis Short Stories & Penyesalan Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Realistis short stories featuring Penyesalan, with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Pilihan Terakhir: Cerai - Realistis novels & stories
Sasri Tasmirah
Adik iparku, Gina, bersikeras ingin berlibur ke Pantai Nirwana saat Natal, jadi aku memutuskan untuk mengajak seluruh keluarga pergi berlibur bersama. Namun, saat teman wanita suamiku mengetahui tentang rencana tersebut, dia memaksa untuk ikut dan membawa anaknya juga. Tanpa basa-basi, suamiku langsung membeli tiket pesawat. Namun, dia malah menyuruhku membawa barang-barang dan mengemudi sendiri ke sana. Semula, aku mengira seluruh keluarga akan mendukungku, tetapi ternyata mereka semua mendukung keputusan suamiku. Baiklah. Kalau begitu, kita urus urusan masing-masing saja. Namun, mereka semua menjadi ketakutan.
Selamat Tinggal Dunia Terkutuk! - Realistis novels & stories
Susan
Untuk memberi pelajaran padaku, orang tuaku memalsukan tes DNA dan mengklaim bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Kakakku mengabaikan permohonanku dan bersikeras mengirimku ke rumah sakit jiwa. "Dasar pembawa sial, kenapa kau nggak mati saja?" Dan tunanganku tercinta, bukan hanya mengawasi dengan dingin, tetapi juga memanfaatkan koneksinya agar aku menderita dan menanggung berbagai siksaan di sana. Lima tahun telah berlalu, dan akhirnya aku berubah menjadi penurut. Tapi, mengapa mereka justru ingin aku kembali menjadi tuan muda yang arogan dan angkuh seperti dulu?
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku - Realistis novels & stories
Sarisha
Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.
Mantan Yang Sempurna - Realistis novels & stories
Deanda_D
Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah - Realistis novels & stories
Anonima
Adik laki-lakiku mendorongku jatuh ke jurang, nyawaku berada di ambang kematian. Namun, ibu yang merupakan kepala tim penyelamat, malah hanya memedulikan pergelangan tangan adikku yang terkilir. Dengan napas tersengal-sengal, aku memohon padanya agar menyelamatkanku. Ibu malah menatapku dengan wajah dingin dan berkata, "Adikmu sudah terluka, kenapa kamu nggak melindunginya? Masih saja berpura-pura lemah di depanku? Kalau begitu, kamu tinggal saja di sini sendirian dan renungkan kesalahanmu!" Dia lalu berbalik dan memerintahkan seluruh petugas penyelamat untuk pergi, melarang siapa pun menolongku. Akhirnya, aku meninggal sendirian di daerah terpencil. Setelah mendengar kabar kematianku, ibu menjadi gila dan memeluk jasadku yang sudah membusuk sambil terus memanggil, "Anakku sayang."
Ketika Terlahir Kembali, Aku Mengorbankan Lengan Demi Bertahan Hidup - Realistis novels & stories
Montano
Aku adalah dokter kandungan yang diakui sebagai ahli di seluruh provinsi, dengan catatan sepuluh tahun berturut-turut tanpa satu pun kegagalan dalam menangani persalinan. Sampai hari itu, aku dituduh melakukan kesalahan saat menjalankan operasi hingga menyebabkan seorang ibu dan bayinya meninggal. Saat aku tiba di rumah sakit, ibu itu sudah dalam keadaan meninggal. Dengan adanya saksi, bukti fisik, dan rekaman CCTV yang semuanya lengkap, aku tidak mampu membela diri. Dalam semalam, reputasiku hancur dan aku dijatuhi hukuman mati. Orang tuaku didesak sampai akhirnya bunuh diri dengan melompat dari gedung. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke waktu ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sakit. Di persimpangan jalan di depan, polisi lalu lintas sedang mengatur dan mengalihkan arus kendaraan. Aku menggertakkan gigi, lalu sekuat tenaga membenturkan lenganku ke setir. Terdengar bunyi retakan yang nyaring. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa tulang lengan kananku patah. Daripada menunggu kematian datang, lebih baik aku melukai diriku sendiri terlebih dahulu. Menukar satu tangan demi mendapatkan kesempatan untuk tetap hidup ....
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novels & stories
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan - Realistis novels & stories
Aulita
Aku yang bekerja di unit rahasia ditugaskan oleh atasan untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan kakak perempuanku. Begitu aku melangkah masuk ke kantornya, seorang pekerja magang menghalangi jalanku. "Kamu asisten baru itu?" Orang itu mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu akhirnya memfokuskan pandangannya pada dokumen di tanganku sebelum mencibir, "Kamu sudah mau jilat Bu Arabella di hari pertama kerja? Apa kamu bahkan nggak bercermin?" Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa dia menganggapku sebagai saingan asmaranya. Namun, kakakku juga tidak pernah memberitahuku bahwa dia memiliki pacar. Sebelum aku bisa menjelaskan, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku. "Cuma aku yang boleh jadi asisten Bu Arabella! Jangan harap kamu bisa jadi pacarnya!" Dia menjambak rambutku dan menyiramkan teh panas ke wajahku. "Kamu masih begitu muda, tapi malah mau hidup dengan andalkan perempuan dan merayu wanita kaya? Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu beri kamu pelajaran!" Aku meringkuk di lantai dan masih mati-matian melindungi map dokumen dengan tubuhku. Tindakan itu benar-benar membuatnya marah. Dia merebut map itu dan merobeknya hingga hancur di depan seluruh karyawan perusahaan. Dia bahkan dengan tidak malunya berkata kepada kakakku, "Bu Arabella, asisten barumu cukup bernyali dan mencoba merayumu. Tapi jangan khawatir, aku sudah beri dia pelajaran."
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam - Realistis novels & stories
Bagel
Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Kesalahpahaman Kejutan Ulang Tahunku - Realistis novels & stories
Jane Stanley
Ibu tanpa sengaja memasukkanku ke sebuah grup bernama "Keluarga Bahagia". Di dalam grup itu hanya ada tiga orang: Ayah, Ibu, dan seorang anak laki-laki asing dengan catatan nama "Sayang". Mereka sedang sangat sibuk merencanakan pesta ulang tahun untuknya, sementara besok adalah ulang tahunku yang sudah sepuluh tahun berturut-turut mereka lupakan. Ibu berkata. [ Lokasinya harus dibuat seperti dalam dongeng, biar dia jadi bangsawan muda yang sesungguhnya. ] Papa mengirim amplop merah besar. [ Uang bukan masalah. Jangan sampai kakakmu tahu, nanti dia jadi kesal. ] Aku diam-diam mengambil tangkapan layar, bersiap mencari kesempatan untuk benar-benar membuka semuanya. Saat itu, adik perempuanku yang selalu berprestasi tiba-tiba mengirim pesan pribadi kepadaku berisi sebuah tangkapan layar. Itu adalah rekaman percakapannya dengan Ibu. [ Bu, pesta ulang tahun kejutan untuk Kakak sudah kamu atur semuanya, 'kan? Kamu sudah janji sama aku, ini terakhir kalinya kita membohonginya. ]
Hitungan Mundur Di Atas Kepala - Realistis novels & stories
Kiah Nyla
Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila - Realistis novels & stories
Mulafa
Pada tahun keenam setelah diusir dari keluarga kaya karena dianggap sebagai putri palsu, aku bertahan hidup dengan menjual darahku. Baru saja aku menerima sedikit uang dan hendak menghubungi dokter untuk membeli obat, seorang pengawal menendang belakang lututku dengan keras. Saat jatuh berlutut, aku mendengar seorang wanita kaya berteriak tak terkendali. "Dasar anak nggak tahu terima kasih! Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu mau coba celakai Sophia-ku lagi?" Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku. Aku baru menyadari bahwa itu adalah ibuku yang sedang mengumpulkan sumber darah untuk putri kesayangannya, Sophia. Melihat ibuku yang putus asa, kakak laki-lakiku, Owen, segera memerintahkan para pengawal untuk mengusirku. Dia menatap uang di tanganku dan mencibir, "Sepertinya, beberapa tahun terakhir masih belum mengubah sifatmu. Demi kemewahan semu, kamu bahkan rela menjual darah untuk dapatkan beberapa ratus ribu." "Sophia akan lulus dan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi dalam setengah bulan. Dia nggak butuh perhatian eksklusif keluarga lagi, sedangkan kamu juga nggak akan bisa menindasnya. Nanti, aku akan jelaskan alasannya kepada Ayah dan Ibu, lalu membawamu pulang. Kamu akan tetap menjadi tuan putri di rumah." "Pulang ... tuan putri?" gumamku. Akhirnya, aku hanya menggeleng dan tertawa terbahak-bahak. Aku mengidap penyakit ALS, penyakit saraf yang bisa menyebabkan tubuh lumpuh secara perlahan. Penyakit ALS-ku berkembang terlalu cepat dan aku bahkan tidak akan mampu bertahan sebulan lagi. Lagi pula, ketika dia menuduhku sebagai putri palsu demi Sophia yang hanyalah seorang anak dari keluarga miskin, aku sudah lama kehilangan rumah.
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada - Realistis novels & stories
Kholidah
Pada usia 10 tahun, kakakku meninggal saat kami bolos untuk pergi bermain. Sejak saat itu, ibuku membenciku, mengira aku yang mencelakai kakakku. Dia memperlakukanku seperti pembantu dan mengadopsi anak perempuan yang patuh untuk menggantikan posisi kakakku. Ibuku merebut semuanya dariku, bahkan memintaku mendonorkan ginjal untuk putri adopsinya itu! Oke, Ibu. Karena kamu mau begitu, aku akan memberi nyawaku ini kepadamu! Setelah aku mati, dia baru menyesal.
Tamparan Sang Kakak - Realistis novels & stories
Hayley
Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Suamiku Dibutakan Sahabat Masa Kecilnya - Realistis novels & stories
Makjos
Saat suamiku memaksa diriku yang sedang hamil delapan bulan untuk menemani sahabat masa kecilnya main loncat bungee, aku tidak membantah ataupun marah. Sebaliknya, aku malah mengangguk setuju. Aku melakukan ini karena di kehidupan sebelumnya, sahabatnya itu sedang sedih. Demi menghiburnya, suamiku berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Sahabatnya pun bilang pada suamiku kalau keinginan terbesarnya adalah ada orang yang menemaninya main loncat bungee. Suamiku yang takut ketinggian langsung menyuruhku untuk menemaninya, aku pun menolak mentah-mentah dengan alasan sedang hamil. Karena penolakanku, sahabatnya itu sedih dan akhirnya memilih pergi ke bar untuk minum-minum. Sialnya, dia malah dijebak di sana, diracuni dan dilecehkan hingga kehilangan kesuciannya. Setelah kejadian itu, dia yang merasa hancur meninggalkan sebuah surat wasiat sebelum mengakhiri hidupnya, [Kalau saja aku nggak pergi ke bar hari itu, mungkinkah semuanya akan berbeda?] Membaca surat itu, suamiku mencekik leherku. “Kenapa kamu nggak mengikuti ajakan Sisil untuk loncat bungee? Apa susahnya tinggal mengikuti dia saja?” Akhirnya, aku mati dicekik oleh suamiku sendiri dan anak di kandunganku yang belum sempat lahir pun ikut pergi bersamaku. Begitu membuka mata kembali, ternyata aku kembali ke hari di mana suamiku memintaku menemani sahabatnya itu main loncat bungee….
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - Realistis novels & stories
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Kak, Aku Kedinginan - Realistis novels & stories
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel - Realistis novels & stories
Hoki
Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Kakak Beradik  - Realistis novels & stories
Qiandra
Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....
Lima Kursi untuk Mereka, Satu Tiket Pergi untukku - Realistis novels & stories
Burgundy
Acara makan bersama untuk merayakan hari kemerdekaan diadakan di rumah kontrakanku. Tiga teman masa kecilku hanya membeli minuman dan camilan, sementara Verren bilang dia tidak bisa memasak. Ada 12 hidangan yang harus kusiapkan. Aku sudah sibuk sejak pukul enam pagi sampai sore. Baru saja semua hidangan tersaji di meja, Verren tiba-tiba menerima telepon dari teman sekamarnya. "Dia nggak punya tempat untuk merayakan liburan. Aku boleh ajak dia nggak?" Aku memandang meja makan kecil yang hanya cukup untuk lima orang. Aku bahkan belum sempat menjawab ketika Casper sudah menarik kursiku. "Bukannya kamu bilang mungkin ada urusan di kantor? Kebetulan, kamu bisa pergi sekarang." Juan, teman masa kecilku yang lain, ikut tersenyum. "Lagian kamu juga makan masakanmu sendiri setiap hari. Nggak masalah kalau sesekali nggak ikut makan." Verren buru-buru melambaikan tangan dan berkata, "Kalau begitu, sudahlah. Biar dia pesan makanan sendiri saja." Ketiganya langsung membujuk Verren. "Dia sudah sampai di bawah. Mana mungkin kita mengusir tamu yang sudah datang?" Pacarku, Terry, memasukkan beberapa lauk yang sudah dingin ke dalam kotak makan hingga setengah penuh. "Ini kusisakan untukmu. Kalau nanti malam lapar, tinggal dipanaskan." "Jangan pasang muka begitu. Orang yang nggak tahu bisa mengira kami bertiga sengaja bersekongkol merundungmu." Aku menatap mereka yang duduk mengelilingi meja makan yang kubeli, menggunakan piring dan peralatan makan yang baru saja kuganti. Ternyata mereka juga tahu bahwa tamu tidak seharusnya diusir. Mereka hanya lupa bahwa akulah pemilik rumah ini. Aku melepaskan kunci rumah dari gantungan kunci milik Terry, lalu berkata, "Malam ini nggak perlu datang lagi." Ini rumahku. Kalaupun ada yang harus diminta pergi, seharusnya bukan aku.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status