Dimanja Suami Kontrak
Air matanya hampir jatuh ketika ia berucap lirih, “Kau tahu, Lura… dalam duniaku, tidak ada yang benar-benar tulus. Orang-orang yang ada di sekelilingku… mereka baik, iya. Tapi tidak ada yang rela menghabiskan waktu buat orang lain tanpa ada manfaat bagi dirinya. Mereka semua punya batas. Dan jujur saja, aku juga begitu.”
Ia berhenti sejenak, menarik napas berat, lalu melanjutkan dengan suara yang sedikit bergetar, “Tapi saat aku bertemu denganmu, aku menyadari sesuatu… bahwa memiliki satu orang yang tulus di sisimu jauh lebih berharga dibanding segerombol teman yang hanya pandai tertawa, canda, dan pura-pura peduli. Kau berbeda, Lura. Kau tidak pernah menuntut imbalan, kau hanya memberi. Da
ตอนยอดนิยม