2'20
“Saya tahu ini berat untuk anak seusiamu, kini kau baru menginjak usia 18 tahun. Kau seharusnya tumbuh dengan normal layaknya mayoritas remaja di daratan bumi Nusantara ini. Namun saya membatasimu, saya terus memintamu untuk melaksakan serangkaian ritual, upacara, demi hari yang bahkan entah kapan tibanya.
“Arta, saya minta maaf. Saya tahu ini memang berlebihan, saya tahu saya terus menuntutmu melakukan ini dan itu, saya tahu mungkin … egomu sudah lama mati karena terus dituntut untuk terus mengalah, demi umat manusia, demi Nusantara.”
“Kakek, ini waktumu untuk tidur.” Arta merebahkan dengan perlahan tubuh ringkih kakeknya itu, “Ini sudah larut.”
Hot Chapters