Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Pintu mobil terbuka.
Mama Maya turun lebih dulu, disusul Oma Wening. Dan terakhir… pria yang selalu sukses membuat perutku penuh kupu-kupu—Om Kais—melangkah turun sambil merapikan lengan kemejanya.
Aku tersenyum lebar dan melambaikan tangan.
“Selamat malam, Ma, Oma, Om.” suaraku terdengar sedikit lebih manis dari biasanya. Sengaja, dong.