Takdir Dinda
Dinda janjian sama ibu ke Bank jam makan siang, kebetulan Bank dekat Rumah kak Etha.
“Maaf berapa gajimu sebulan Dek,” kata Kak Etha, ibu mau masukin tabungan sejumlah gajimu, yang sudah diambil Angga,” kata kak Etha.
“Rata-rata sama lembur delapan ratus ribu Kak,” kata Dinda.
“Besar juga ya, sudah berapa tahun kerja di kantor itu,” kata kak Etha.
“Hampir empat tahun.”
Jadilah hari itu, Dinda dibuatkan rekening atas namanya, dan setiap bulan yang datang ke kantor Dinda, kak Etha.
Hot Chapters