Istri Lima Belas Ribu
“Bertanggungjawablah. Nikahi dia! Aku pernah menyesal karena membuang anak. Rasanya begitu sakit. Bila kamu mengambil keputusan dengan melakukan aborsi, yang pertama, itu sebuah dosa. Untuk apa kamu selama ini berusaha mendekatkan diri sama Allah, bila akhirnya kamu menjadi pembunuh? Yang kedua, kamu seorang aparat Negara yang harusnya menegakkan hokum, pantaskah melakukan hal ini? Apa yang akan terjadi bila itu sampai diketahui atasan kamu? Dan yang terakhir, suatu ketika, kamu akan merasakan sebuah penyesalan. Dan saat itu terjadi, yang terjadi di masa lalu tidak dapat diulang.”
Lagi, Agung membenarkan setiap kalimat yang terucap dari mulut Anti. Namun, hatinya masih belum bisa menerimanya
Sikat na Kabanata