Sang Penakluk
“Ini muara dari sikapmu yang menekan perasaan dan bohong pada diri sendiri. Mulutmu mengucapkan pengampunan, sedangkan hatimu menolak. Di sisi lain, kamu juga berusaha menyenangkan orang lain, sedangkan hatimu lelah dan ingin berkata tidak. Kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menolak dan menjadi pribadi yang tegas. Berusahalah, mulai saat ini untuk berkata CUKUP. Ini waktunya untuk kamu jujur tentang apa yang kamu inginkan.”
“Sekalipun itu tidak baik?”
“Tidak baik untuk orang lain, bukan untukmu. Ada batas kemampuan dalam tiap manusia, Ndi. Batasan tersebut yang terkadang kita paksa untuk menampung semuanya hanya karena rasa tidak enak dan segan. Akibatnya? Tekanan dan bebanmu bertam